TPA dan TPQ sebenarnya sama: keduanya singkatan dari Taman Pendidikan Al-Qur’an, tempat anak belajar mengaji bersama teman-temannya, biasanya di masjid atau mushala. Perbedaan TPA dan TPQ hanya pada singkatannya, bukan pada isinya. Yang benar-benar berbeda adalah les ngaji privat, karena di sana satu guru mengajar satu anak, di rumah atau lewat video call.
Jadi pertanyaan yang lebih berguna bukan “TPA atau TPQ”, melainkan “belajar berkelompok atau privat”. Keduanya punya kelebihan, dan untuk banyak anak, TPA yang dekat dari rumah justru pilihan paling masuk akal. Berikut cara menimbangnya.
Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.
Guru ngaji online, dari luar negeri
Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.
Guru ngaji ke rumah, di kota Anda
Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.
Dari mana singkatan TPA dan TPQ?
TPQ adalah singkatan dari Taman Pendidikan Al-Qur’an, lembaga pendidikan nonformal tempat anak belajar membaca Al-Qur’an, biasanya di masjid atau mushala. Dalam peraturan pemerintah, singkatan yang dipakai adalah TPQ. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 menyebut pendidikan Al-Qur’an terdiri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKQ), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA), dan bentuk lain yang sejenis. Aturan yang sama menyebut pendidikan ini dipusatkan di masjid, mushala, atau tempat lain yang memenuhi syarat.
Singkatan TPA juga sudah lama dipakai di masyarakat. Pada akhir 1980-an, di Kotagede, Yogyakarta, KH As’ad Humam dan timnya mendirikan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) untuk anak usia 4–6 tahun, lalu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk anak usia 7–12 tahun. Dari sana metode Iqro menyebar ke banyak tempat. Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) juga memakai sebutan TKA-TPA untuk lembaga binaannya.
Satu catatan kecil: dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, TPA juga singkatan dari Taman Penitipan Anak, salah satu bentuk PAUD nonformal. Saat mencari “TPA terdekat”, pastikan yang Anda temukan memang TPA Al-Qur’an.
Jenis lembaga pendidikan Al-Qur’an menurut Kemenag
Petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Agama, yaitu Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 91 Tahun 2020, merinci enam jenis lembaga pendidikan Al-Qur’an. Yang paling sering ditemui orang tua adalah:
- PAUD Al-Qur’an, untuk anak usia 4–6 tahun. Materinya mengenalkan baca, tulis, hafalan, dan pengamalan Al-Qur’an lewat pembiasaan sehari-hari.
- TKQ (Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an), jenjang sebelum pendidikan dasar, untuk menyiapkan anak masuk ke pendidikan Al-Qur’an berikutnya.
- TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an), untuk anak usia 7–12 tahun, dengan masa pendidikan 2–4 tahun. Materi intinya membaca, menulis, menghafal, dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
- TQA (Ta’limul Qur’an lil Aulad), untuk usia 12 tahun ke atas, dengan masa pendidikan 3 tahun. Fokusnya membaca dengan tartil, menghafal, menerjemahkan, memahami Al-Qur’an, serta ilmu tajwid.
Dua jenis lainnya, Rumah Tahfidz dan Pesantren Tahfidz, berfokus pada hafalan. Les ngaji privat tidak termasuk daftar ini. Ia bukan lembaga, melainkan cara belajar: satu guru menyimak satu anak, dengan jadwal yang disepakati bersama keluarga.
Bedanya dalam praktik
- Cara belajar. Di TPA, anak belajar dalam kelompok. Buku Iqro menganjurkan santri disimak satu per satu, jadi di TPA yang memakainya anak tetap mendapat giliran membaca di depan ustadz, ditambah kegiatan bersama seperti doa harian dan surat pendek. Di les privat, seluruh waktu sesi untuk satu anak.
- Jadwal. TPA punya jadwal tetap untuk semua santri. Di TKA-TPA tempat Iqro lahir, misalnya, santri belajar setiap hari kecuali Jumat. Les privat mengikuti jadwal keluarga.
- Biaya. TPA biasanya lebih hemat karena anak belajar berkelompok. Besarnya berbeda-beda per lembaga, jadi tanyakan langsung ke pengurusnya.
- Suasana. TPA memberi teman sebaya dan kedekatan dengan masjid. Les privat lebih tenang, sehingga sering cocok untuk anak yang mudah teralihkan atau malu membaca di depan teman.
- Perhatian dan laporan. Di kelompok, ustadz membagi perhatian ke banyak santri. Di privat, guru bisa fokus pada kesalahan khas anak Anda dan melaporkan perkembangannya dengan rinci.
Kapan TPA atau TPQ lebih tepat
- Ada TPA dekat rumah dengan jadwal yang cocok dan pengajar yang Anda percaya.
- Anak senang belajar bersama teman dan bisa mengikuti ritme kelompok.
- Anggaran keluarga sedang terbatas.
- Anda ingin anak akrab dengan masjid dan kegiatannya, misalnya saat Ramadan.
Belajar bersama orang tua juga pilihan yang baik, terutama untuk anak balita. Anda bisa mengenalkan huruf hijaiyah, doa pendek, dan surat pendek sambil bermain. Hanya saja, buku Iqro sendiri menganjurkan huruf yang sulit diucapkan, seperti ض, ظ, dan غ, ditanyakan kepada orang yang ahli. Di titik itu, TPA atau guru bisa membantu.
Kapan les privat lebih tepat
- Tidak ada TPA berbahasa Indonesia di dekat Anda, misalnya bagi keluarga yang tinggal di luar negeri.
- Jadwal anak padat, misalnya sekolah sampai sore, sehingga jam TPA tidak terkejar.
- Anak perlu perhatian penuh: tertinggal dari teman sekelompoknya, mudah teralihkan, atau malu membaca di depan orang lain.
- Anda punya target tertentu, misalnya memperbaiki bacaan (tahsin) atau menambah hafalan, dan ingin laporan yang rinci.
- Keluarga ingin menentukan sendiri gurunya, termasuk memilih ustadzah untuk anak perempuan.
Tidak harus memilih salah satu
Sebagian keluarga menggabungkan keduanya: anak tetap ke TPA untuk suasana dan teman, lalu ditambah sesi privat untuk mengejar bacaan atau hafalan. Bila memilih cara ini, beri tahu guru privat metode dan jilid yang dipakai di TPA.
Kemenag tidak mewajibkan satu metode tertentu. Petunjuk pelaksanaannya menyebut materi inti disampaikan dengan metode dan kekhasan masing-masing lembaga, jadi ada TPA yang memakai Iqro, ada yang memakai metode lain. Menyamakan metode di dua tempat membuat anak tidak bingung.
Yang perlu ditanyakan saat memilih TPA
- Metode dan buku apa yang dipakai.
- Berapa santri yang disimak oleh satu ustadz atau ustadzah.
- Hari dan jam belajarnya, termasuk saat libur sekolah.
- Bagaimana kenaikan jilid diuji.
- Bagaimana orang tua bisa tahu perkembangan anak.
- Apakah TPA sudah terdaftar di Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota. Lembaga yang terdaftar mendapat tanda daftar dan nomor statistik.
Kalau Anda condong ke les privat, pertanyaannya sedikit berbeda, terutama soal bacaan guru, laporan, dan apa yang terjadi bila anak tidak cocok. Daftarnya ada di panduan memilih guru ngaji privat.
Jadi, mana yang cocok?
Mulailah dari yang paling dekat dan paling realistis untuk keluarga Anda. Bila TPA di sekitar rumah cocok dan anak senang, itu sudah jalan yang baik. Les privat menjadi pilihan ketika jadwal, jarak, atau kebutuhan anak membuat belajar berkelompok sulit berjalan.
Untuk keadaan seperti itu, Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah dari lembaga pendidikan Al-Qur’an yang sudah kami seleksi, sesuai usia, kemampuan, dan jadwal anak. Gurunya bisa mengajar online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia, dan setiap bulan Anda menerima laporan perkembangan lewat WhatsApp. Rincian paketnya ada di daftar harga lengkap.
Sumber
- Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Pasal 24 (tautan).
- Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, Pasal 45 dan 50 (tautan).
- Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Nomor 91 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an, Bab I dan II (salinan).
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 28 (tautan).
- Muhammadiyah.or.id (2021), “As’ad Humam, Kiai Legendaris Muhammadiyah Penemu Metode Iqro'” (tautan).
- Mujahid, Afgani, dan Afriantoni (2024), “Eksplorasi strategi BKPRMI untuk meningkatkan mutu TPA”, Idarah Tarbawiyah 5(5) (tautan).
- Ulfah, Assingkily, dan Kamala (2019), “Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an”, Ta’dibuna: Jurnal PAI 2(2) (tautan).
- As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 1–6, edisi revisi 2000 (pindaian).

