Harakat Fathah, Kasrah, Dhammah: Cara Mengajarkannya ke Anak

Harakat adalah tanda baca huruf hijaiyah yang menentukan bunyi vokalnya. Fathah, garis miring kecil di atas huruf, dibaca “a”; kasrah, garis miring di bawah huruf, dibaca “i”; dhammah, tanda kecil seperti wau di atas huruf, dibaca “u”. Jadi بَ dibaca ba, بِ dibaca bi, dan بُ dibaca bu.

Anak paling mudah belajar lewat bunyinya dulu, dan nama tanda-tanda ini bisa menyusul. Artikel ini menjelaskan tiga harakat pokok, tanda baca lain yang akan ditemui anak, urutan belajarnya di Iqro, dan latihan singkat untuk di rumah.

Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.

Guru ngaji online, dari luar negeri

Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.

Guru ngaji ke rumah, di kota Anda

Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.

Tiga harakat pokok

  • Fathah (ـَ): garis miring kecil di atas huruf, dibaca “a”. Contoh: تَ (ta), سَ (sa). Kata fathah berarti “membuka”, sesuai mulut yang terbuka saat mengucapkan “a”.
  • Kasrah (ـِ): garis miring kecil di bawah huruf, dibaca “i”. Contoh: تِ (ti), سِ (si).
  • Dhammah (ـُ): tanda kecil seperti huruf wau, di atas huruf, dibaca “u”. Contoh: تُ (tu), سُ (su). Bunyinya keluar dengan bibir membulat.

Ketiganya dibaca pendek, satu ketukan. Bacaan Latin di artikel ini hanya jembatan; tujuan akhirnya anak membaca huruf Arabnya langsung.

Macam-macam harakat dan tanda baca lainnya

Selain tiga harakat pokok, mushaf dan buku Iqro memakai beberapa tanda baca lain yang akan ditemui anak:

  • Sukun (ـْ): lingkaran kecil di atas huruf. Hurufnya “mati”, tidak berbunyi vokal. Contoh: اَبْ dibaca ab.
  • Tanwin (ـً ـٍ ـٌ): harakat yang ditulis dobel, dibaca an, in, un. Contoh: بًا (ban), بٍ (bin), بٌ (bun).
  • Tasydid (ـّ): tanda kecil seperti huruf w di atas huruf. Hurufnya dibaca dobel atau ditekan. Contoh: رَبَّ dibaca rabba.
  • Bacaan panjang: fathah yang diikuti alif (بَا, baa), kasrah yang diikuti ya mati (بِيْ, bii), dan dhammah yang diikuti wau mati (بُوْ, buu). Ada juga tanda panjang khusus: fathah berdiri, kasrah berdiri, dan dhammah terbalik.

Anak tidak perlu mempelajari semuanya sekaligus. Buku Iqro membaginya bertahap, dan urutan itu bisa Anda ikuti.

Urutan belajar harakat di Iqro

  • Jilid 1: hanya fathah, pada huruf tunggal.
  • Jilid 2: fathah pada huruf yang mulai disambung, ditambah bacaan panjang dengan alif.
  • Jilid 3: kasrah dan dhammah, termasuk bacaan panjangnya.
  • Jilid 4: tanwin dan sukun (huruf mati).
  • Jilid 5: tasydid, beserta bacaan lain yang lebih lanjut.

Menurut petunjuk mengajar Iqro, nama-nama tanda seperti fathah, kasrah, dhammah, tanwin, dan sukun baru boleh dikenalkan mulai jilid 4. Sebelum itu, anak cukup bisa membunyikannya dengan benar. Rangkuman isi tiap jilid ada di panduan Iqro 1 sampai 6, dan rincian jilid pertama di artikel Iqro jilid 1.

Cara mengajarkan harakat ke anak

  1. Pastikan fathah sudah mantap. Anak yang masih menebak huruf berfathah akan makin bingung bila langsung diberi kasrah dan dhammah. Bila bentuk hurufnya sendiri belum hafal, mulai dulu dari huruf hijaiyah lengkap.
  2. Kenalkan satu harakat baru pada huruf yang sudah dikenal. Pakai satu huruf saja dulu, misalnya ba: بَ بِ بُ. Biarkan anak merasakan bahwa hurufnya sama, hanya bunyinya yang berubah.
  3. Hubungkan dengan gerak mulut. “A” dengan mulut terbuka, “i” dengan bibir agak melebar, “u” dengan bibir membulat. Duduk berhadapan supaya anak bisa meniru.
  4. Acak setelah anak paham. Setelah “ba-bi-bu” lancar, campur urutannya: بُ تَ سِ بِ تُ. Anak harus melihat tandanya, bukan menghafal pola.
  5. Jaga tetap pendek. Harakat tunggal dibaca satu ketukan. Bila anak memanjangkan karena sambil berpikir, minta ia membaca putus-putus.

Contoh latihan 5–10 menit

Latihan ini cocok setelah anak mulai bertemu kasrah dan dhammah, atau sebagai pengulangan di sela belajar Iqro:

  • Tangga bunyi (2 menit). Tulis tiga huruf yang sudah dikenal, masing-masing dengan tiga harakat. Anak membaca dari atas ke bawah: بَ بِ بُ، تَ تِ تُ، سَ سِ سُ.
  • Tebak tanda (3 menit). Anda mengucapkan satu bunyi, misalnya “ti”. Anak menunjuk yang benar di antara تَ, تِ, dan تُ.
  • Ganti tanda (3 menit). Tulis satu huruf di kertas dan tutup harakatnya dengan jari. Buka satu per satu, anak membaca setiap kali tanda berganti.
  • Penutup (1–2 menit). Anak membaca satu baris dari halaman Iqro yang sedang dipelajari.

Pakai kertas atau papan tulis kecil untuk latihan menulis tanda. Menulis sendiri membantu anak memperhatikan letak garis di atas atau di bawah huruf.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengeja harakat. “Ba fathah ba, ba kasrah bi” memperlambat membaca. Di Iqro, anak langsung membunyikan “ba, bi, bu”.
  • Tertukar fathah dan kasrah. Keduanya garis miring yang sama; bedanya hanya di atas atau di bawah. Minta anak menyebut letaknya sebelum membaca.
  • Memanjangkan harakat pendek. Buku Iqro menganggap keliru panjang-pendek sebagai kesalahan besar, karena bisa mengubah arti.
  • Membaca tanwin seperti bacaan panjang. بًا dibaca “ban”, pendek, dan alif sesudahnya tidak dibaca. Begitu petunjuk di halaman pertama Iqro jilid 4.
  • Mengabaikan sukun. Anak menambahkan vokal pada huruf mati, misalnya اَبْ dibaca “aba”.

Tanda anak siap lanjut

Anak siap pindah ke materi berikutnya bila:

  • bisa membaca suku kata acak dengan fathah, kasrah, dan dhammah tanpa menebak;
  • tidak tertukar antara tanda di atas dan di bawah huruf;
  • bisa membedakan bacaan pendek dan panjang, misalnya بَ dengan بَا;
  • membaca pelan tidak apa-apa, asal benar. Prinsip “pelan asal benar” ini diulang di hampir setiap jilid Iqro.

Kapan anak perlu guru?

Harakat sendiri tidak sulit. Yang sering membutuhkan guru adalah gabungannya dengan huruf yang bunyinya berat, seperti kasrah pada ح atau dhammah pada ق, serta disiplin panjang-pendek yang harus dijaga sejak awal. Penyimak yang bacaannya benar akan menangkap kekeliruan kecil sebelum menjadi kebiasaan.

Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok dengan usia dan level anak, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Setiap bulan Anda menerima laporan sampai jilid dan halaman berapa anak membaca, dan rincian paketnya ada di daftar harga lengkap.

Sumber

  • As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 1–6, edisi revisi 2000, Balai Litbang LPTQ Nasional dan Team Tadarus “AMM” Yogyakarta: petunjuk mengajar tiap jilid dan halaman pertama jilid 3 dan 4.
  • Wikipedia, “Arabic diacritics” (tautan): arti dan bunyi fathah, kasrah, dhammah, serta tanda panjang.
  • Wikipedia, “Abjad Arab” (tautan): vokal panjang sebagai gabungan harakat dan huruf mad.