Hukum Nun Mati dan Tanwin untuk Pemula, dengan Contoh dari Juz Amma

Hukum nun mati dan tanwin ada empat: izhar, idgham, iqlab, dan ikhfa. Yang menentukan adalah huruf sesudahnya. Bunyi “n” bisa dibaca jelas, lebur ke huruf berikutnya, berubah menjadi bunyi “m”, atau disamarkan dengan dengung.

Panduan ini ditulis untuk orang tua. Setiap hukum dijelaskan dari sisi bunyinya, lalu diberi contoh dari Juz ‘Amma, surat-surat yang paling sering dibaca anak. Anak sendiri tidak perlu menghafal istilahnya. Yang penting bacaannya benar, dan Anda tahu apa yang sedang didengar.

Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.

Guru ngaji online, dari luar negeri

Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.

Guru ngaji ke rumah, di kota Anda

Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.

Apa itu nun mati dan tanwin?

Nun mati adalah huruf nun yang tidak berharakat, seperti pada نْ. Tanwin adalah harakat ganda di akhir kata yang dibaca “an”, “in”, atau “un”, misalnya pada akhir kata أَحَدٌ (ahadun) di QS. Al-Ikhlas: 1. Bunyi akhir keduanya sama, yaitu “n”, karena itu hukumnya juga sama.

Tulisan latin di bawah hanya jembatan untuk Anda. Tujuan akhirnya tetap membaca huruf Arab, dan bunyi seperti dengung tidak bisa ditangkap lewat huruf latin. Cara paling aman tetap mendengar langsung dari guru yang bacaannya benar.

Ringkasan hukum nun mati dan tanwin beserta contoh

Daftar ini merangkum keempat hukum, huruf-hurufnya, dan contohnya dari Juz ‘Amma. Penjelasan bunyi dan contoh lainnya ada di bagian masing-masing di bawah.

  • Izhar halqi, dibaca jelas. Huruf: ء ه ع ح غ خ. Contoh: مِنْ عَلَقٍ (min ‘alaq, QS. Al-‘Alaq: 2), مَنْ أَعْطَىٰ (man a’tha, QS. Al-Lail: 5), dan طَيْرًا أَبَابِيلَ (thairan ababil, QS. Al-Fil: 3).
  • Idgham, dilebur ke huruf sesudahnya. Idgham bighunnah (dengan dengung) pada ي ن م و, contohnya فَمَن يَعْمَلْ (famay ya’mal, QS. Az-Zalzalah: 7) dan حَبْلٌ مِّن (hablum min, QS. Al-Lahab: 5). Idgham bilaghunnah (tanpa dengung) pada ل ر, contohnya يَكُن لَّهُۥ (yakul lahu, QS. Al-Ikhlas: 4) dan مِّن رَّبِّكَ (mir rabbika, QS. An-Naba’: 36).
  • Iqlab, “n” berubah menjadi “m”. Huruf: ب saja. Contoh: مِنۢ بَعْدِ (mim ba’di, QS. Al-Bayyinah: 4) dan كِرَامٍۭ بَرَرَةٍ (kiramim bararah, QS. ‘Abasa: 16).
  • Ikhfa haqiqi, disamarkan dengan dengung. Huruf: 15 huruf sisanya, yaitu ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك. Contoh: مِن شَرِّ (min syarri, QS. Al-Falaq: 2), نَارًا ذَاتَ (naran dzata, QS. Al-Lahab: 3), dan مَآءً ثَجَّاجًا (ma’an tsajjaja, QS. An-Naba’: 14).

1. Izhar halqi: dibaca jelas

Bila nun mati atau tanwin bertemu salah satu dari enam huruf tenggorokan, yaitu ء ه ع ح غ خ, bunyi “n” dibaca jelas tanpa dengung yang ditahan. “Halqi” berarti tenggorokan, tempat keluarnya keenam huruf itu.

  • مِنْ عَلَقٍ (min ‘alaq), QS. Al-‘Alaq: 2. Nun mati bertemu ع.
  • مَنْ أَعْطَىٰ (man a’tha), QS. Al-Lail: 5. Nun mati bertemu hamzah.
  • طَيْرًا أَبَابِيلَ (thairan ababil), QS. Al-Fil: 3. Tanwin bertemu hamzah.
  • يَنْهَىٰ (yanha), QS. Al-‘Alaq: 9. Nun mati dan ه ada dalam satu kata, tetap dibaca jelas.

Kesalahan yang perlu diwaspadai justru menambah dengung, misalnya “minng ‘alaq”. Cukup “min”, lalu langsung ke huruf berikutnya.

2. Idgham: dilebur ke huruf sesudahnya

Idgham berarti memasukkan. Bunyi “n” tidak diucapkan sendiri, tetapi masuk ke huruf berikutnya sehingga huruf itu terdengar ditekan. Hurufnya ada enam, yang sering dihafal dengan kata يَرْمَلُونَ (yarmalun), dan terbagi dua.

Idgham bighunnah: lebur dengan dengung

Hurufnya ي ن م و (sering diingat dengan “yanmu”). Nun lebur, tetapi dengungnya tetap terdengar dari hidung.

  • فَمَن يَعْمَلْ (famay ya’mal), QS. Az-Zalzalah: 7. Nun bertemu ي.
  • خَيْرًا يَرَهُۥ (khairay yarah), QS. Az-Zalzalah: 7. Tanwin bertemu ي.
  • حَبْلٌ مِّن (hablum min), QS. Al-Lahab: 5. Tanwin bertemu م.
  • يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ (yauma’idziw wajifah), QS. An-Nazi’at: 8. Tanwin bertemu و.

Idgham bilaghunnah: lebur tanpa dengung

Hurufnya hanya dua, ل dan ر. Nun lebur sepenuhnya, tanpa dengung, sehingga yang terdengar langsung “l” atau “r” yang ditekan.

  • هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ (humazatil lumazah), QS. Al-Humazah: 1. Tanwin bertemu ل.
  • يَكُن لَّهُۥ (yakul lahu), QS. Al-Ikhlas: 4. Nun mati bertemu ل.
  • مِّن رَّبِّكَ (mir rabbika), QS. An-Naba’: 36. Nun mati bertemu ر.

Satu pengecualian penting: idgham hanya berlaku bila nun mati dan hurufnya berada di dua kata yang berbeda. Bila keduanya dalam satu kata, nun tetap dibaca jelas. Contohnya ٱلدُّنْيَا (ad-dunya) di QS. Al-A’la: 16, dibaca “dunya”, bukan “duyya”.

3. Iqlab: “n” berubah menjadi “m”

Iqlab berarti mengubah. Bila nun mati atau tanwin bertemu ب, bunyi “n” diubah menjadi bunyi “m” yang didengungkan, lalu masuk ke “b”. Buku Iqro jilid 6 halaman 9 menyebutnya singkat: nun mati atau tanwin yang bertemu ب berubah menjadi mim mati. Tuhfatul Athfal menambahkan bahwa mim itu dibaca dengan dengung dan disamarkan. Pada contoh di bawah, perhatikan mim kecil di atas nun atau di dekat tanwin. Itulah tanda iqlab. Di Mushaf Standar Indonesia, mim kecil ini diletakkan di dekat nun mati atau tanwin tanpa menghapus sukun atau tanwinnya.

  • لَيُنۢبَذَنَّ (layumbadzanna), QS. Al-Humazah: 4. Nun dan ب dalam satu kata.
  • مِنۢ بَعْدِ (mim ba’di), QS. Al-Bayyinah: 4.
  • كِرَامٍۭ بَرَرَةٍ (kiramim bararah), QS. ‘Abasa: 16. Tanwin bertemu ب.

4. Ikhfa haqiqi: disamarkan dengan dengung

Ikhfa berarti menyamarkan. Bunyi “n” tidak dibaca jelas, tetapi juga tidak lebur. Buku Iqro jilid 6 halaman 13 merangkumnya: dibaca samar-samar dan dengung, bila bertemu salah satu dari 15 huruf. Kelima belas huruf itu adalah ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك.

  • مِن شَرِّ (min syarri), QS. Al-Falaq: 2. Nun mati bertemu ش.
  • أَنزَلْنَـٰهُ (anzalnahu), QS. Al-Qadr: 1. Nun mati dan ز dalam satu kata.
  • مَآءً ثَجَّاجًا (ma’an tsajjaja), QS. An-Naba’: 14. Tanwin bertemu ث.
  • نَارًا ذَاتَ (naran dzata), QS. Al-Lahab: 3. Tanwin bertemu ذ.

Ikhfa termasuk bacaan yang paling lama dikuasai anak, dan itu wajar. Buku Iqro sendiri membolehkan anak lulus jilid 6 meski ikhfa belum betul-betul sempurna, asal bacaan lainnya sudah benar. Ikhfa lalu disempurnakan sambil tadarus.

Latihan: satu ayat, tiga hukum

Coba perhatikan ayat dari Surat Al-Lail berikut. Ada empat tempat nun mati atau tanwin di dalamnya:

وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ

Wa ma li ahadin ‘indahu min ni’matin tujza. Artinya, “dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya” (QS. Al-Lail: 19, terjemahan Kemenag)

  • لِأَحَدٍ عِندَهُۥ: tanwin bertemu ع, jadi izhar halqi.
  • عِندَهُۥ: nun mati bertemu د dalam satu kata, jadi ikhfa.
  • مِن نِّعْمَةٍ: nun mati bertemu ن, jadi idgham bighunnah.
  • نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ: tanwin bertemu ت, jadi ikhfa lagi.

Latihan seperti ini lebih cocok untuk Anda daripada untuk anak. Saat anak membaca, Anda cukup memasang telinga: apakah “n” di tempat yang seharusnya jelas memang terdengar jelas, dan apakah dengungnya muncul di tempat yang seharusnya berdengung.

Cara mendampingi anak di rumah

  • Jangan mulai dari istilah. Dalam metode Iqro, anak belajar bacaan yang benar lebih dulu, dan istilah tajwid tidak wajib dihafal. Penjelasan lengkapnya ada di panduan Iqro jilid 1 sampai 6.
  • Pakai surat yang sudah dihafal. Anak lebih mudah memperhatikan bunyi bila ayatnya sudah akrab. Surat Al-Falaq, misalnya, memuat ikhfa empat kali pada مِن شَرِّ dan izhar dua kali pada غَاسِقٍ إِذَا dan حَاسِدٍ إِذَا.
  • Bacakan pelan, kata demi kata. Saat anak keliru, contohkan satu kata saja, bukan satu ayat utuh, lalu biarkan anak mengulang sendiri.
  • Rekam bacaan anak. Mendengarkan rekaman bersama membantu anak sadar sendiri di mana “n”-nya hilang atau dengungnya kebablasan.

Kapan anak perlu guru?

Hukum nun mati dan tanwin mudah dipahami di atas kertas, tetapi praktiknya ada di telinga dan mulut. Dengung, ikhfa, dan iqlab hanya bisa ditiru dengan benar bila anak sering mendengar contoh yang tepat lalu bacaannya dibetulkan. Kalau Anda belum yakin dengan bacaan sendiri, atau anak sudah masuk Iqro jilid 6 dan mulai membaca Al-Qur’an, inilah saatnya ada penyimak yang bacaannya sudah benar.

Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang menyimak bacaan anak satu per satu, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Materi tajwid yang sedang dipelajari anak ikut dicatat dalam laporan bulanan ke WhatsApp Anda. Rincian paketnya ada di daftar harga lengkap.

Sumber

  • Zaenal Arifin Madzkur, “Mushaf Al-Qur’an Standar Usmani”, LPMQ Kemenag, 2018 (tautan): tanda baca idgham, iqlab, dan mad di Mushaf Standar Indonesia.
  • Sulaiman al-Jamzuri, Tuhfatul Athfal, bab nun mati dan tanwin, bait 6–16 (teks di Wikisource).
  • Teks ayat dan kata per kata: API quran.com (rasm Usmani). Terjemahan: Kementerian Agama RI, melalui quran.com.
  • As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 6, edisi revisi 2000: halaman bacaan iqlab (halaman 9) dan ikhfa (halaman 13), petunjuk mengajar, dan EBTA (pindaian di Internet Archive).