Iqro adalah metode belajar membaca Al-Qur’an untuk pemula, berupa buku yang terdiri dari 6 jilid. Belajarnya dimulai dari huruf hijaiyah tunggal di jilid 1 sampai bacaan dengan dengung dan tanda waqaf di jilid 6. Anak naik jilid ketika bacaannya sudah benar, bukan ketika sudah lama belajar. Buku Iqro sendiri tidak menetapkan berapa lama tiap jilid harus selesai. Prinsip yang diulang di hampir setiap jilidnya: “pelan asal benar”.
Panduan belajar membaca Iqro 1 sampai 6 ini merangkum isi tiap jilid, syarat naik jilid menurut buku, kesalahan yang sering terjadi saat mengajar di rumah, dan kapan anak sebaiknya belajar dengan guru.
Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.
Guru ngaji online, dari luar negeri
Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.
Guru ngaji ke rumah, di kota Anda
Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.
Sekilas tentang Iqro
Buku Iqro disusun oleh KH As’ad Humam bersama Team Tadarus AMM di Kotagede, Yogyakarta, pada akhir 1980-an. Kata pengantar bukunya bertanggal 3 Juli 1990. Iqro kini dipakai di banyak TPA dan TPQ di seluruh Indonesia, meskipun Kementerian Agama tidak mewajibkan satu metode tertentu. Sebagian lembaga memakai metode lain seperti Qiro’ati atau Tilawati.
Ciri utamanya ada tiga. Bacaannya langsung, tanpa dieja: anak membaca “a, ba, ta”, bukan “alif fathah a”. Guru cukup mencontohkan pokok pelajaran, lalu menyimak anak membaca sendiri. Dan anak disimak satu per satu, sehingga laju belajarnya mengikuti kemampuan masing-masing.
Iqra atau Iqro?
Keduanya merujuk ke buku yang sama. Namanya diambil dari kata pertama Surat Al-‘Alaq yang berarti “bacalah”. Sampul bukunya menulis Iqro’, sedangkan ejaan transliterasi yang lebih baku adalah Iqra’. Di percakapan sehari-hari, orang tua dan TPQ lebih sering menulis “Iqro”.
Isi Iqro jilid 1 sampai 6
- Jilid 1: huruf tunggal berharakat fathah. Anak membaca huruf hijaiyah satu per satu, dari alif sampai ya, semuanya pendek. Di sini anak juga belajar membedakan huruf yang bunyinya mirip.
- Jilid 2: huruf bersambung dan bacaan panjang. Huruf mulai dirangkai, dan bacaan panjang (mad) mulai muncul. Anak boleh membaca putus-putus, asal panjang-pendeknya jelas berbeda.
- Jilid 3: kasrah dan dhammah. Bunyi “i” dan “u”, beserta bacaan panjangnya.
- Jilid 4: tanwin, huruf mati, dan qalqalah. Bunyi “an, in, un”, huruf bersukun, dan huruf yang dibaca memantul. Nama huruf dan nama harakat baru mulai dikenalkan di jilid ini.
- Jilid 5: alif-lam, tasydid, lafaz Allah, dan cara berhenti. Bacaan berawalan “al-“, huruf yang ditekan, cara membaca lafaz Allah, dan cara mematikan huruf terakhir saat berhenti (waqaf).
- Jilid 6: bacaan berdengung dan tanda waqaf. Nun mati dan tanwin yang dibaca dengan dengung, tanda-tanda waqaf, huruf-huruf pembuka surat, dan potongan ayat Al-Qur’an.
Jadi Iqro sampai jilid 6, lalu anak lanjut membaca Al-Qur’an. Anak tidak perlu hafal istilah tajwid seperti idgham atau ikhfa’. Yang dinilai adalah bacaannya: hurufnya tepat dan panjang-pendeknya benar.
Contoh bacaan Iqro 1 sampai 6 dan latinnya
Berikut satu-dua contoh bacaan dari tiap jilid beserta tulisan latinnya. Latin hanya jembatan untuk orang tua sebagai pendamping; bunyi huruf seperti ث, ص, ق, dan ع tetap perlu dicontohkan langsung oleh orang yang bacaannya benar. Panduan tiap jilid membahas isi, cara mendampingi, dan kesalahan yang sering terjadi.
- Jilid 1, huruf tunggal berharakat fathah: بَ (ba), تَ (ta), ثَ (tsa). Panduan Iqro jilid 1
- Jilid 2, huruf bersambung dan bacaan panjang: بَتَ (ba-ta), حَجَرَ (hajara), بَا (baa, panjang). Panduan Iqro jilid 2
- Jilid 3, kasrah, dhammah, dan bacaan panjangnya: بِ (bi), بِي (bii, panjang), بُ (bu), بُو (buu, panjang). Panduan Iqro jilid 3
- Jilid 4, tanwin, huruf mati, dan qalqalah: بًا (ban), مَنْ (man), اَبْ (ab, dengan pantulan). Panduan Iqro jilid 4
- Jilid 5, alif-lam, tasydid, dan cara berhenti: ٱلْحَمْدُ (al-hamdu), رَبِّ (rabbi), وَٱلنَّاسِ (wan-naas). Panduan Iqro jilid 5
- Jilid 6, bacaan berdengung, tanda waqaf, dan huruf pembuka surat: فَمَن يَعْمَلْ (famay ya’mal), الٓمٓ (alif laam miim). Panduan Iqro jilid 6
Kapan anak boleh naik jilid?
Setiap jilid ditutup dengan halaman EBTA (Evaluasi Belajar Tahap Akhir). Anak naik jilid bila bisa membaca halaman itu dengan benar semua: hurufnya tepat, dan panjang-pendeknya tidak tertukar. Membaca pelan atau tersendat tidak apa-apa. Kalau masih ada yang keliru, anak mengulang dulu dengan sabar.
Buku Iqro juga memberi dua kelonggaran. Di jilid 1, anak yang sudah berusaha maksimal tetapi masih kesulitan dengan beberapa huruf tertentu boleh naik ke jilid 2, lalu huruf itu diperbaiki sambil jalan. Di jilid 6, anak yang bacaannya sudah benar tetapi belum lancar tetap boleh lulus, karena kelancaran akan datang saat tadarus. Buku juga menganjurkan agar penguji kenaikan jilid ditentukan khusus, bukan sembarang orang.
Berapa lama dari jilid 1 sampai 6?
Tidak ada angka resmi. Buku Iqro hanya menyebut anak bisa membaca dalam waktu yang relatif singkat, dan kenaikan jilid ditentukan oleh penguasaan, bukan oleh lamanya belajar.
Sebagai gambaran, sebuah penelitian di TKA-TPA AMM Yogyakarta, lembaga asal Iqro, mencatat santri di sana umumnya menyelesaikan Iqro dalam 6–8 bulan. Mereka belajar setiap hari kecuali Jumat. Anak yang belajar dua atau tiga kali seminggu tentu punya laju yang berbeda, dan setiap anak berbeda pula. Jadi berhati-hatilah dengan janji “pasti lancar dalam sekian bulan”.
Yang lebih berguna adalah memantau kemajuan dari bulan ke bulan. Di Satu Tutor, guru mencatat sampai jilid dan halaman berapa anak membaca di setiap sesi, lalu kami merangkumnya dalam laporan bulanan.
Umur berapa anak bisa mulai Iqro?
Tidak ada usia ideal yang ditetapkan secara resmi. Yang ada adalah usia masuk lembaga: pedoman Kementerian Agama menyebut PAUD Al-Qur’an untuk anak usia 4–6 tahun dan TPQ untuk usia 7–12 tahun. TKA-TPA AMM juga menerima anak mulai usia 4 tahun. Iqro sendiri bisa dipakai untuk segala usia, termasuk remaja dan orang dewasa yang baru mulai belajar membaca Al-Qur’an. Tanda-tanda anak sudah siap dibahas di artikel umur berapa anak mulai belajar ngaji.
Kesalahan yang sering terjadi saat mengajar Iqro di rumah
Petunjuk mengajar di setiap jilid Iqro ditulis untuk guru, tetapi berlaku juga untuk orang tua yang mengajar sendiri. Sebelum mulai, biasakan anak membaca doa sebelum mengaji. Lalu hindari kesalahan berikut:
- Mengeja huruf. Iqro dibaca langsung, tidak diurai satu per satu.
- Membacakan atau menuntun. Cukup contohkan pokok pelajarannya, lalu biarkan anak membaca sendiri sementara Anda menyimak.
- Langsung memberi jawaban saat anak keliru. Betulkan bertahap: beri isyarat dulu, lalu ingatkan ciri hurufnya, misalnya letak titiknya. Baru contohkan bacaan yang benar kalau anak tetap lupa.
- Membiarkan panjang-pendek keliru. Buku Iqro menganggap ini kesalahan besar. Kalau anak memanjangkan bacaan karena sambil berpikir, minta ia membaca putus-putus.
- Mencontohkan satu kalimat utuh dengan lancar atau berirama. Anak cenderung meniru irama dan kecepatan Anda, lalu banyak keliru. Ajak anak berpikir huruf demi huruf.
- Mengajarkan lagu atau irama murottal. Irama baru cocok untuk anak yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, bukan selama belajar Iqro.
- Mengejar lancar sebelum benar, atau naik jilid terlalu cepat. Lebih baik pelan dan benar daripada cepat tetapi keliru.
- Memakai buku bajakan. Penerbit Iqro sendiri mengingatkan soal buku bajakan. Pakai buku terbitan resmi.
Setelah jilid 6, lanjut ke mana?
Menurut buku Iqro, anak yang lulus jilid 6 langsung tadarus Al-Qur’an mulai juz 1, sambil tetap disimak. Teori tajwid baru diajarkan setelah bacaannya lancar. Dalam praktiknya, sebagian TPQ memilih melanjutkan ke juz ‘amma lebih dulu.
Kapan anak perlu guru?
Orang tua tetap berperan besar: mengenalkan huruf, memberi semangat, dan menjaga anak tetap rutin berlatih. Tetapi ada beberapa hal yang memang membutuhkan penyimak yang bacaannya sudah benar:
- Huruf yang sulit diucapkan, seperti ض, ظ, dan غ. Buku Iqro sendiri menganjurkan agar huruf-huruf ini ditanyakan kepada orang yang ahli.
- Ujian kenaikan jilid. Buku menganjurkan penguji yang ditentukan khusus.
- Penyimakan rutin. Inti metode Iqro adalah anak disimak satu per satu. Kalau orang tua tidak yakin dengan bacaannya sendiri, atau jadwal kerja tidak memungkinkan, guru privat bisa mengambil peran ini. Perbandingan TPQ dan les privat ada di artikel TPA, TPQ, atau les ngaji privat.
Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang mengajar mulai dari huruf hijaiyah dan Iqro, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Setiap sesi 60 menit, dan rincian harganya ada di daftar harga lengkap.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Iqro ada berapa jilid?
Iqro ada 6 jilid. Jilid 1 berisi huruf hijaiyah tunggal berharakat fathah, dan jilid 6 berisi bacaan berdengung, tanda waqaf, dan potongan ayat Al-Qur’an.
Iqro itu sampai jilid berapa, lalu lanjut ke mana?
Iqro sampai jilid 6. Menurut buku Iqro, anak yang lulus jilid 6 langsung tadarus Al-Qur’an mulai juz 1 sambil tetap disimak. Sebagian TPQ memilih melanjutkan ke juz ‘amma lebih dulu.
Berapa lama belajar Iqro 1 sampai 6?
Tidak ada angka resmi, karena anak naik jilid ketika bacaannya sudah benar. Sebagai gambaran, santri TKA-TPA AMM Yogyakarta yang belajar setiap hari kecuali Jumat umumnya selesai dalam 6–8 bulan. Anak yang belajar dua atau tiga kali seminggu biasanya butuh waktu lebih lama.
Umur berapa anak bisa mulai belajar Iqro?
Tidak ada usia resmi. Banyak TPA menerima anak mulai usia 4 tahun, dan Iqro juga bisa dipakai remaja atau orang dewasa yang baru mulai. Tanda anak sudah siap ada di artikel umur berapa anak mulai belajar ngaji.
Sumber
- As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 1–6, edisi revisi 2000, Balai Litbang LPTQ Nasional dan Team Tadarus “AMM” Yogyakarta: petunjuk mengajar dan halaman EBTA tiap jilid.
- Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag No. 91 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an (salinan).
- Ulfah, Assingkily, dan Kamala (2019), “Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an”, Ta’dibuna: Jurnal PAI 2(2) (tautan).
- Muhammadiyah.or.id (2021), “As’ad Humam, Kiai Legendaris Muhammadiyah Penemu Metode Iqro'” (tautan).

