Iqro 1, atau Iqro jilid 1, berisi huruf hijaiyah tunggal berharakat fathah, dari alif sampai ya, yang semuanya dibaca pendek dan langsung tanpa dieja: “a, ba, ta, tsa”. Anak naik ke jilid 2 setelah bisa membaca halaman ujian (EBTA) di akhir buku dengan lancar dan benar. Buku Iqro tidak menetapkan berapa lama jilid 1 harus selesai.
Peran orang tua di jilid ini lebih banyak menyimak daripada mengajar. Panduan ini merangkum isi Iqro jilid 1, cara mendampingi anak sesuai petunjuk buku, latihan singkat di rumah, dan tanda anak siap naik jilid.
Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.
Guru ngaji online, dari luar negeri
Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.
Guru ngaji ke rumah, di kota Anda
Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.
Isi Iqro jilid 1
Halaman pertama hanya berisi dua huruf, alif dan ba. Di halaman berikutnya muncul ta, lalu tsa, dan seterusnya. Setiap halaman dibuka dengan huruf baru di bagian judul, lalu baris-barisnya mencampur huruf baru itu dengan huruf yang sudah dikenal, dalam urutan acak.
Semua huruf di jilid 1 berharakat fathah, jadi bunyinya selalu “a”. Isinya mencakup 29 huruf, termasuk hamzah. Di bagian akhir ada halaman EBTA yang memuat semua huruf, urut lalu terbalik, dan satu halaman indeks nama huruf.
Menurut uraian metode Iqro yang dikutip dalam penelitian di TKA-TPA AMM Yogyakarta, lembaga asal Iqro, jilid 1 bertujuan agar anak bisa membunyikan huruf berfathah dengan fasih. Termasuk di dalamnya membedakan huruf yang tempat keluarnya berdekatan, seperti a dengan ‘a, sa dengan sya, atau sa dengan tsa. Daftar huruf lengkap beserta bacaannya ada di artikel huruf hijaiyah lengkap.
Contoh bacaan Iqro 1
Bacaan Iqro 1 berupa baris-baris huruf berfathah yang dibaca satu per satu, pendek, dan tanpa dieja. Di halaman pertama buku, alif berfathah ditulis اَ dan disamakan dengan أَ. Baris contoh di bawah ini bukan salinan halaman buku, tetapi disusun dengan pola yang sama: huruf baru dicampur dengan huruf yang sudah dikenal. Bacalah dari kanan ke kiri.
- اَ بَ بَ اَ بَ a, ba, ba, a, ba (hanya alif dan ba, seperti di awal buku)
- بَ تَ ثَ تَ اَ ba, ta, tsa, ta, a (setelah ta dan tsa dikenal)
- جَ حَ خَ جَ ثَ ja, ha, kha, ja, tsa (setelah jim, ha, dan kha dikenal)
- سَ ثَ شَ سَ صَ sa, tsa, sya, sa, sha (bunyi yang sering tertukar)
- كَ قَ كَ طَ تَ ka, qa, ka, tha, ta (huruf tipis dan tebal)
- عَ اَ غَ خَ عَ ‘a, a, gha, kha, ‘a (huruf dari tenggorokan)
Tulisan Latin di atas hanya jembatan untuk Anda sebagai pendamping; jangan menuliskannya di buku anak. Bunyi huruf seperti ث, ص, ق, ط, dan ع juga tidak bisa diwakili huruf Latin, jadi paling baik dicontohkan langsung oleh orang yang bacaannya benar.
Prinsip mengajar di jilid 1
Petunjuk mengajar di halaman depan buku ditulis untuk guru, tetapi berlaku juga bagi orang tua yang mendampingi di rumah. Isinya, secara ringkas:
- Pengajar hanya menyimak. Contohkan bacaan huruf baru di judul halaman, tanpa banyak penjelasan. Selebihnya anak membaca sendiri dan tidak dituntun.
- Satu anak, satu penyimak. Iqro dirancang untuk disimak seorang demi seorang.
- Huruf yang sudah benar tidak diulang. Sekali dibaca betul, lanjut ke huruf berikutnya.
- Semua pendek. Bila anak memanjangkan bacaan, tegur dengan jelas dan minta ia membaca putus-putus.
- Betulkan yang keliru saja, bertahap. Mulai dengan isyarat. Bila masih keliru, beri “titian ingatan”, misalnya mengingatkan titik hurufnya. Baru tunjukkan bacaan yang benar bila anak tetap lupa.
- Boleh loncat bagi yang benar-benar menguasai. Anak yang sudah mantap tidak harus membaca utuh sehalaman.
Cara mendampingi anak di rumah
- Duduk berhadapan. Anak perlu melihat mulut Anda saat Anda mencontohkan huruf baru, terutama huruf tenggorokan dan huruf yang ujung lidahnya keluar.
- Contohkan judul, lalu diam. Ucapkan huruf baru sekali atau dua kali. Setelah itu biarkan anak membaca barisnya sendiri, sementara jari anak atau jari Anda menunjuk huruf satu per satu.
- Tahan diri untuk tidak ikut membaca. Membaca bersama terasa membantu, tetapi anak jadi mengikuti suara Anda, bukan membaca hurufnya.
- Saat keliru, pakai tiga tahap. “Eh, coba lihat lagi.” Lalu, “Titiknya di mana?” Baru setelah itu contohkan.
- Tutup dengan yang sudah lancar. Akhiri latihan di baris yang bisa dibaca anak dengan percaya diri.
Contoh latihan 5–10 menit
Penerbit Iqro tidak menetapkan target halaman per hari. Untuk anak usia TK, latihan singkat setiap hari bisa disusun seperti ini:
- 2 menit: baca ulang dua atau tiga baris dari halaman kemarin.
- 1 menit: Anda contohkan huruf baru di judul halaman hari ini.
- 4–5 menit: anak membaca baris-baris di halaman itu, Anda menyimak dan mencatat huruf yang tertukar.
- 1–2 menit: permainan singkat dengan huruf yang tertukar tadi, misalnya Anda menyebut bunyinya dan anak menunjuk hurufnya.
Bila satu halaman belum selesai, tidak apa-apa. Lanjutkan besok dari baris yang sama. Catat huruf yang sering keliru supaya Anda tahu apa yang perlu diulang.
Kesalahan yang sering terjadi
- Membaca dengan nama huruf. “Alif, ba, ta” adalah nama; yang dibaca di jilid 1 adalah bunyinya: “a, ba, ta”. Menurut petunjuk buku, nama huruf baru boleh dikenalkan mulai jilid 4.
- Memanjangkan bunyi. “Baa, taa” sering muncul karena anak sambil berpikir huruf berikutnya. Minta ia membaca putus-putus; diam sejenak lebih baik daripada memanjangkan.
- Langsung memberi jawaban. Anak jadi menunggu dibantu, bukan mengingat.
- Mengulang dari awal baris setiap ada salah. Cukup betulkan huruf yang keliru, lalu lanjutkan.
- Menulis Latin di bawah huruf. Mata anak akan lari ke tulisan Latin.
- Naik jilid karena sudah lama. Lama belajar bukan ukuran. Ukurannya bacaan yang benar.
Tanda anak siap naik ke jilid 2
Halaman EBTA di akhir jilid 1 menjadi patokannya. Menurut buku, anak boleh naik bila bacaannya sudah lancar dan benar. Bila belum menguasai, ulangi dulu. Di rumah, Anda bisa melihat tanda-tanda ini:
- anak membaca semua huruf di halaman EBTA, urut maupun terbalik, tanpa menebak;
- semua bunyinya pendek;
- huruf yang hanya berbeda titik, seperti ب ت ث atau ج ح خ, tidak lagi tertukar;
- anak tidak bergantung pada contoh Anda di setiap baris.
Buku juga memberi kelonggaran. Bila anak sudah berusaha maksimal tetapi masih belum fasih pada huruf tertentu, misalnya ش, ض, ظ, atau ق, ia boleh naik ke jilid 2 dengan catatan perbaikan pada huruf itu. Arahannya, bunyi anak sebaiknya mendekati yang benar daripada tertukar dengan huruf lain; misalnya ق lebih baik terdengar “ko” daripada tertukar dengan خ. Huruf tersebut lalu disempurnakan sambil belajar jilid 2.
Buku juga menganjurkan agar penguji EBTA ditentukan khusus. Bila anak belajar sendiri di rumah, minta guru ngaji atau orang yang bacaannya baik untuk menyimak halaman EBTA sebelum anak pindah jilid.
Berapa lama Iqro jilid 1?
Tidak ada angka resmi. Buku Iqro tidak menetapkan durasi untuk satu jilid pun, dan kenaikan jilid ditentukan oleh penguasaan. Anak yang belajar setiap hari tentu berbeda lajunya dengan anak yang belajar dua kali sepekan, dan setiap anak berbeda pula. Penjelasan lengkap soal ini ada di panduan Iqro 1 sampai 6.
Catat kemajuannya di rumah. Unduh Kartu Prestasi Iqro gratis: tangga jilid 1–6, catatan bacaan per sesi, dan sertifikat naik jilid untuk ananda.
Kapan anak perlu guru?
Jilid 1 terlihat sederhana, tetapi di sinilah kebiasaan melafalkan huruf terbentuk. Kebiasaan yang keliru di jilid ini, misalnya ق dibaca seperti ك atau ث dibaca seperti س, akan terbawa sampai anak membaca Al-Qur’an. Buku Iqro sendiri menyebut huruf sulit seperti ض, ظ, dan غ perlu ditanyakan kepada orang yang ahli.
Bila Anda tidak yakin dengan pelafalan sendiri, atau jadwal kerja membuat penyimakan harian sulit dijaga, guru privat bisa mengambil peran penyimak. Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang terbiasa mengajar Iqro dari jilid 1, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Laporan bulanan mencatat sampai jilid dan halaman berapa anak membaca, dan pilihan paketnya ada di daftar harga lengkap.
Sumber
- As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 1, edisi revisi 2000, Balai Litbang LPTQ Nasional dan Team Tadarus “AMM” Yogyakarta: petunjuk mengajar jilid 1, halaman 1–3, halaman EBTA, dan indeks huruf.
- Ulfah, Assingkily, dan Kamala (2019), “Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an”, Ta’dibuna: Jurnal PAI 2(2) (tautan).

