Iqro 3, atau Iqro jilid 3, mengenalkan dua harakat baru, kasrah (bunyi “i”) dan dhammah (bunyi “u”), lengkap dengan bacaan panjangnya. Kasrah yang diikuti ya mati, atau kasrah berdiri, dibaca panjang “ii”. Dhammah yang diikuti wau mati, atau dhammah terbalik, dibaca panjang “uu”. Anak naik ke jilid 4 bila panjang-pendeknya betul semua, walaupun membacanya masih pelan.
Bagian awal buku berisi kasrah, dan dhammah mulai muncul di halaman 16. Panduan ini merangkum isi Iqro jilid 3, petunjuk mengajar yang perlu diketahui orang tua, latihan singkat, dan tanda anak siap naik jilid.
Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.
Guru ngaji online, dari luar negeri
Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.
Guru ngaji ke rumah, di kota Anda
Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.
Isi Iqro jilid 3
- Kasrah pendek. Halaman pertama dibuka dengan بِ (bi), dan baris-barisnya mencampur huruf berfathah dan berkasrah, misalnya تَ تِ دَ دِ. Buku menegaskan di halaman ini: semua dibaca pendek, tidak boleh dipanjang-panjangkan.
- Kasrah panjang. Ada dua bentuk. Kasrah berdiri, yaitu garis kecil tegak di bawah huruf. Lalu kasrah yang diikuti ya mati, seperti نِي dibaca “nii”. Ya di sini tidak dibaca sebagai huruf tersendiri; ia hanya membuat bunyi “i” menjadi panjang.
- Dhammah pendek. Mulai halaman 16, dengan بُ (bu). Di halaman ini ada pasangan kata yang hurufnya sama tetapi harakatnya berbeda, misalnya كَتَبَ (kataba) dan كُتِبَ (kutiba).
- Dhammah panjang. Dhammah yang diikuti wau mati, seperti بُو dibaca “buu”. Di halaman ini buku membolehkan guru mengenalkan nama “wau mati”. Ada juga dhammah terbalik sebagai tanda panjang, dan alif sesudah wau di akhir kata, seperti dalam قَالُوا (qaaluu), yang tidak dibaca.
- EBTA. Halaman ujian di akhir buku berisi kata-kata dengan semua bacaan di atas.
Bila anak belum mengenal harakat sama sekali, penjelasan dasarnya ada di artikel harakat fathah, kasrah, dhammah.
Petunjuk mengajar jilid 3 yang perlu Anda tahu
Petunjuk dari jilid 1 dan 2 tetap berlaku: pengajar hanya menyimak, huruf yang sudah benar tidak diulang, dan kekeliruan dibetulkan bertahap. Jilid 3 menambahkan beberapa hal:
- Membaca putus-putus bila anak memanjangkan karena berpikir. Kalau perlu, tutup dulu huruf atau kata berikutnya supaya anak tidak tergoda memikirkannya sambil bersuara.
- Jangan mencontohkan kalimat utuh dengan lancar. Anak akan meniru irama dan kecepatan pengajar, lalu banyak keliru. Ajak anak berpikir per huruf, atau dua-tiga huruf sekaligus.
- Bila anak mengulang-ulang, tanyakan “ada berapa?” Misalnya anak membaca “ba ba ba” padahal hurufnya hanya satu. Pertanyaan ini mengingatkan bahwa yang sudah benar cukup dibaca sekali.
Di tengah buku juga ada pengingat yang tegas: walaupun lancar, bila tidak benar, jangan dilanjutkan. Ulangi sampai betul semua.
Cara mendampingi anak di rumah
- Siapkan kertas penutup. Selembar kartu kecil untuk menutup kata berikutnya membantu anak fokus pada kata yang sedang dibaca.
- Contohkan pokok bahasan saja. Bacakan contoh di judul halaman, misalnya “bi” atau “buu”, lalu biarkan anak membaca baris-barisnya sendiri.
- Perhatikan mata anak, bukan hanya suaranya. Kasrah ada di bawah huruf, fathah dan dhammah di atas. Anak yang hanya melihat bagian atas akan sering tertukar.
- Tegur panjang-pendek dengan pertanyaan. “Kenapa dibaca panjang?” atau “Kenapa dibaca pendek?” Biarkan anak memperbaiki sendiri.
- Beri waktu. Membaca pelan dan tersendat masih wajar di jilid ini. Yang tidak boleh adalah keliru panjang-pendek.
Contoh latihan 5–10 menit
- Tiga suara (2 menit). Tulis satu huruf dengan tiga harakat: بَ بِ بُ. Anak membaca, lalu Anda acak urutannya.
- Pendek atau panjang? (3 menit). Tulis berpasangan: بِ dan بِي, بُ dan بُو. Anak membaca dan mengetuk meja satu kali untuk pendek, dua kali untuk panjang.
- Halaman hari ini (4 menit). Anak membaca beberapa baris di halaman Iqro, dengan kartu penutup untuk kata berikutnya.
- Penutup (1 menit). Tunjukkan كَتَبَ dan كُتِبَ. Ceritakan bahwa hanya karena harakatnya berbeda, artinya juga berbeda: “dia menulis” dan “ditulis”. Ini cara sederhana menjelaskan kenapa harakat tidak boleh asal.
Kesalahan yang sering terjadi
- Tertukar fathah dan kasrah. Keduanya garis miring yang sama; bedanya di atas atau di bawah huruf.
- Membaca ya atau wau mati sebagai huruf. نِي dibaca “ni-ya” atau بُو dibaca “bu-wa”, padahal seharusnya “nii” dan “buu”.
- Membaca alif di akhir قَالُوا. Alif ini tidak dibaca.
- Memanjangkan kasrah atau dhammah pendek. Biasanya terjadi saat anak sambil mencari huruf berikutnya.
- Mengulang kata yang sudah benar. Anak merasa belum yakin, lalu membaca dua atau tiga kali.
- Mencontohkan satu baris penuh dengan lancar. Ini yang dilarang petunjuk jilid 3.
Tanda anak siap naik ke jilid 4
Halaman EBTA jilid 3 memberi patokan yang jelas. Keliru panjang-pendek disebut kesalahan besar, dan bila belum betul semua, anak tidak dinaikkan dulu. Buku bahkan meminta anak belum masuk halaman EBTA bila halaman-halaman sebelumnya masih ada yang keliru. Tanda-tanda di rumah:
- fathah, kasrah, dan dhammah tidak lagi tertukar, termasuk dalam kata yang panjang;
- bacaan panjang dengan ya mati, wau mati, kasrah berdiri, dan dhammah terbalik selalu dibaca panjang;
- bacaan pendek tetap pendek walaupun anak membaca pelan;
- anak tidak mengulang-ulang kata yang sudah benar.
Kalau anak lancar tetapi masih ada yang keliru, ulangi dulu dengan sabar. Rincian jilid sebelumnya ada di Iqro jilid 2, dan gambaran semua jilid di panduan Iqro 1 sampai 6.
Berapa lama Iqro jilid 3?
Buku Iqro tidak menetapkan durasi untuk jilid mana pun. Kenaikan jilid ditentukan oleh bacaan yang benar, bukan oleh lamanya belajar. Laju anak yang disimak setiap hari tentu berbeda dengan anak yang belajar dua kali sepekan.
Catat kemajuannya di rumah. Unduh Kartu Prestasi Iqro gratis: tangga jilid 1–6, catatan bacaan per sesi, dan sertifikat naik jilid untuk ananda.
Kapan anak perlu guru?
Di jilid 3, bacaan mulai berbentuk kata-kata yang lebih panjang dan beberapa di antaranya diambil dari lafaz Al-Qur’an. Kekeliruan panjang-pendek yang lolos di sini akan terbawa ke bacaan Al-Qur’an. Bila Anda sulit menyimak secara rutin, atau tidak yakin dengan panjang-pendek bacaan sendiri, guru yang terbiasa dengan Iqro bisa mengambil peran penyimak.
Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok dengan usia, level, dan jadwal anak, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Laporan bulanan memuat kehadiran, sampai jilid dan halaman berapa, dan catatan guru. Pilihan paket ada di daftar harga lengkap.
Sumber
- As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 3, edisi revisi 2000, Balai Litbang LPTQ Nasional dan Team Tadarus “AMM” Yogyakarta: petunjuk mengajar jilid 3, halaman 1, 10, 13, 16, 19, 20, 21, 22, dan EBTA.
- Ulfah, Assingkily, dan Kamala (2019), “Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an”, Ta’dibuna: Jurnal PAI 2(2) (tautan).

