Surat pendek pertama yang paling umum diajarkan kepada anak adalah Al-Fatihah, lalu tiga surat terakhir Juz ‘Amma: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Al-Fatihah didahulukan karena dibaca di setiap rakaat shalat. Tiga surat lainnya pendek dan sering didengar anak di rumah.
Meski begitu, tidak ada urutan baku. Untuk anak yang masih sangat kecil, Anda juga bisa memulai dari surat yang paling ringkas, seperti Al-Kautsar. Panduan ini membantu Anda memilih, lengkap dengan daftar 10 surat pendek yang mudah dihafal karena paling ringkas di Juz ‘Amma. Setiap surat disertai jumlah ayat dan bacaan ayat pertamanya, dalam huruf Arab dan latin.
Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.
Guru ngaji online, dari luar negeri
Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.
Guru ngaji ke rumah, di kota Anda
Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.
Mengapa Al-Fatihah biasanya didahulukan?
Al-Fatihah adalah bacaan inti shalat. Nabi ﷺ bersabda bahwa tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah (HR. Al-Bukhari no. 756, shahih). Dalam hadits lain dari Abu Sa’id bin Al-Mu’alla, Nabi ﷺ menyebut Al-Fatihah sebagai surat paling agung dalam Al-Qur’an (HR. Al-Bukhari no. 4474, shahih).
Al-Fatihah memang bukan surat paling ringan. Isinya 7 ayat dan 29 kata, dengan beberapa kata panjang di ayat terakhir. Untuk anak usia 3–4 tahun, tidak apa-apa bila Al-Fatihah dicicil satu ayat demi satu ayat sambil anak menghafal surat yang lebih pendek. Yang penting, saat anak mulai belajar shalat, Al-Fatihah sudah ia kuasai.
Tiga surat terakhir: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Ketiga surat ini berada di ujung mushaf, dan totalnya hanya 15 ayat. Ketiganya bisa dibaca bersama anak sebelum tidur, mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ yang diriwayatkan Aisyah: beliau membaca ketiganya, meniup kedua telapak tangan, lalu mengusapkannya ke tubuh (HR. Al-Bukhari no. 5017, shahih). Anak yang sering mendengarnya akan lebih mudah ketika mulai menghafal.
Al-Ikhlas cocok menjadi yang pertama. Isinya 4 ayat dan hanya 15 kata, dan Nabi ﷺ menyebutnya setara dengan sepertiga Al-Qur’an (HR. Al-Bukhari no. 5013 dari Abu Sa’id Al-Khudri, shahih). Berikut bacaannya:
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Qul huwallahu ahad. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1)
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
Allahush shamad. Allah tempat meminta segala sesuatu. (QS. Al-Ikhlas: 2)
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Lam yalid wa lam yulad. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (QS. Al-Ikhlas: 3)
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
Wa lam yakul lahu kufuwan ahad. “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 4)
Tulisan latin di atas hanya jembatan untuk orang tua. Tujuan akhirnya anak bisa membaca langsung dari huruf Arab, jadi teruskan belajar huruf hijaiyah berdampingan dengan hafalan.
Sepuluh surat terpendek di Juz ‘Amma
Kalau ukurannya jumlah kata, inilah sepuluh surat paling ringkas di Juz ‘Amma. Hitungan kata mengikuti teks mushaf di Quran.com; cara hitung lain bisa sedikit berbeda.
- Al-Kautsar: 3 ayat, 10 kata. Ayat 1: إِنَّآ أَعْطَيْنَـٰكَ ٱلْكَوْثَرَ (Inna a’thainakal kautsar)
- Al-‘Ashr: 3 ayat, 14 kata. Ayat 1: وَٱلْعَصْرِ (Wal ‘ashr)
- Al-Ikhlas: 4 ayat, 15 kata. Ayat 1: قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (Qul huwallahu ahad)
- Quraisy: 4 ayat, 17 kata. Ayat 1: لِإِيلَـٰفِ قُرَيْشٍ (Li ilafi quraisy)
- An-Nashr: 3 ayat, 19 kata. Ayat 1: إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ (Idza ja’a nashrullahi wal fath)
- An-Nas: 6 ayat, 20 kata. Ayat 1: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ (Qul a’udzu birabbin nas)
- Al-Fil: 5 ayat, 23 kata. Ayat 1: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَـٰبِ ٱلْفِيلِ (Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi ashhabil fil)
- Al-Lahab: 5 ayat, 23 kata. Ayat 1: تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ (Tabbat yada abi lahabiw wa tabb)
- Al-Falaq: 5 ayat, 23 kata. Ayat 1: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ (Qul a’udzu birabbil falaq)
- Al-Ma’un: 7 ayat, 25 kata. Ayat 1: أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ (Ara’aital ladzi yukadzdzibu bid din)
Perhatikan bahwa jumlah ayat dan jumlah kata tidak selalu sejalan. An-Nashr hanya 3 ayat, tetapi ayat kedua dan ketiganya masing-masing 7 kata. An-Nas justru 6 ayat, tetapi beberapa ayatnya hanya 2 kata, seperti malikin nas dan ilahin nas. Untuk anak kecil, ayat yang pendek sering lebih menentukan daripada jumlah ayat.
Cara memilih surat pertama untuk anak Anda
Tidak ada satu jawaban yang benar. Imam An-Nawawi, sebagaimana dikutip NU Online, menilai baik mengajari anak dari akhir mushaf ke awal karena memudahkan hafalan, tetapi itu kebiasaan, bukan kewajiban. Penjelasan lengkapnya ada di artikel urutan surat Juz ‘Amma. Beberapa pertimbangan yang bisa membantu:
- Ayat yang pendek. Pilih surat yang setiap ayatnya bisa diucapkan anak dalam satu tarikan napas.
- Sudah akrab di telinga. Surat yang sering dibaca di rumah, di masjid dekat rumah, atau oleh imam shalat biasanya lebih cepat menempel.
- Ada pengulangan. Setiap ayat An-Nas diakhiri bunyi yang mirip: an-nas, dan sekali al-khannas. Al-Kafirun mengulang pola kalimat yang mirip. Pengulangan seperti ini memudahkan, asal anak tidak tertukar.
- Ada cerita yang bisa disampaikan. Al-Fil bercerita tentang pasukan bergajah. Anak yang mengerti ceritanya bisa lebih semangat menghafal.
- Sesuai dengan yang dipelajari di sekolah atau TPA. Kalau gurunya sedang mengajarkan surat tertentu, ikuti saja supaya anak tidak bingung.
Langkah memulai di rumah
- Perdengarkan dulu. Bacakan surat yang dipilih beberapa kali sehari selama beberapa hari, misalnya sebelum tidur, tanpa meminta anak menirukan.
- Ajarkan per ayat. Anda membaca satu ayat, anak menirukan. Kalau ayatnya panjang, potong menjadi dua bagian.
- Sambung pelan-pelan. Setelah ayat pertama lancar, tambahkan ayat kedua, lalu baca keduanya bersambung.
- Pakai waktu yang sama setiap hari. Sebelum tidur atau setelah shalat Maghrib, cukup beberapa menit.
- Ulang sebelum menambah. Surat kedua dimulai setelah surat pertama lancar dibaca tanpa bantuan.
Kapan anak perlu guru?
Surat pendek terlihat mudah, tetapi justru di surat-surat inilah kesalahan kecil mudah ikut terhafal: panjang-pendek yang tertukar, huruf ع dibaca seperti hamzah, atau huruf ح dibaca seperti ه. Kalau Anda ragu dengan bacaan sendiri, atau anak sulit diajak rutin, guru bisa menyimak dan membetulkan sejak surat pertama.
Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah untuk hafalan surat pendek Juz 30, mulai dari anak yang baru mengenal huruf hijaiyah sekalipun. Sesi bisa online untuk keluarga di luar negeri atau guru datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia, dan setiap bulan Anda menerima laporan hafalan yang sudah disetor. Lihat daftar harga lengkap.
Sumber
- Teks Arab QS. Al-Ikhlas dan terjemahan Kemenag dari Quran.com API (teks, terjemahan Kemenag).
- Teks Arab ayat pertama sepuluh surat di daftar dari Quran.com API (teks Juz 30).
- Jumlah ayat dan kata dari Quran.com API (daftar surat, contoh data per kata).
- Shahih Al-Bukhari no. 756 (tautan), no. 4474 (tautan), no. 5013 (tautan), dan no. 5017 (tautan).
- NU Online, Alhafiz Kurniawan, “Bolehkah Membaca Al-Qur’an dari Juz Amma?” (16 Februari 2021) (tautan).

