Iqro Jilid 5: Alif-Lam, Tasydid, dan Cara Berhenti

Iqro 5, atau Iqro jilid 5, berisi bacaan alif-lam, tasydid, cara membaca lafaz Allah, dan cara berhenti (waqaf). Di jilid ini anak juga mulai bertemu bacaan berdengung dan tidak berdengung, serta bacaan panjang enam harakat sebelum tasydid. Anak naik ke jilid 6 bila bacaannya benar semua, walaupun masih pelan.

Banyak contoh di jilid 5 sudah berupa potongan ayat Al-Qur’an, sehingga anak mulai merasa “membaca Al-Qur’an”. Buku Iqro menegaskan anak tidak harus mengenal istilah tajwid seperti idgham atau ikhfa’; yang penting bacaannya betul. Panduan ini merangkum isi jilid 5, contoh bacaannya, cara mendampingi, dan tanda siap naik.

Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.

Guru ngaji online, dari luar negeri

Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.

Guru ngaji ke rumah, di kota Anda

Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.

Isi Iqro jilid 5

Contoh di bawah diambil dari surat-surat yang akrab bagi anak. Tulisan Latin hanya jembatan untuk Anda; tujuan akhirnya anak membaca huruf Arabnya langsung.

  • Alif-lam yang dibaca jelas. Lam-nya mati dan terdengar, seperti ٱلْحَمْدُ (al-hamdu) dalam QS. Al-Fatihah: 2. Bila kata itu didahului kata lain dan dibaca bersambung, alif di awalnya tidak dibaca, seperti بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillaah) dalam QS. Al-Fatihah: 1. Buku mengingatkan: banyak alif yang “dianggap tidak ada”.
  • Alif-lam yang tidak dibaca. Alif dan lam dilewati, langsung ke huruf bertasydid sesudahnya, seperti وَٱلنَّاسِ (wan-naas) dalam QS. An-Nas: 6.
  • Tasydid. Huruf bertasydid dibaca ditekan, seperti رَبِّ (rabbi) dalam QS. Al-Fatihah: 2. Bila yang bertasydid nun atau mim, suaranya ditekan, ditahan dua harakat, dan berdengung, seperti nun pada إِنَّ (inna) dalam QS. Al-‘Ashr: 2.
  • Cara berhenti. Huruf terakhir dimatikan, misalnya ٱلرَّحِيمِ dibaca “ar-rahiim” saat berhenti (QS. Al-Fatihah: 1). Tanwin fathah di akhir hilang dan dibaca panjang, misalnya أَفْوَاجًۭا dibaca “afwaajaa” (QS. An-Nasr: 2). Ta marbuthah berubah menjadi “h” mati, misalnya ٱلْقَارِعَةُ dibaca “al-qaari’ah” (QS. Al-Qari’ah: 1).
  • Mim mati bertemu ba dibaca berdengung, seperti تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍۢ (tarmiihim bihijaaratin) dalam QS. Al-Fil: 4.
  • Lafaz Allah. Dibaca tebal bila huruf sebelumnya berharakat fathah atau dhammah, seperti هُوَ ٱللَّهُ (huwallaah) dalam QS. Al-Ikhlas: 1. Dibaca tipis bila sebelumnya kasrah, seperti بِسْمِ ٱللَّهِ (bismillaah).
  • Nun mati atau tanwin bertemu lam atau ra dibaca tanpa dengung. Nun atau tanwinnya lebur ke huruf sesudahnya, seperti وَيْلٌۭ لِّكُلِّ (wailul likulli) dalam QS. Al-Humazah: 1.
  • Bacaan panjang sebelum tasydid. Dibaca enam harakat, baru masuk ke tasydid, seperti وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (wa ladh-dhaalliin) dalam QS. Al-Fatihah: 7.

Satu halaman di jilid ini memuat QS. Al-Mu’minun: 1–11. Buku menganjurkan anak menghafalnya, dan lebih baik lagi bila dengan artinya.

Petunjuk mengajar jilid 5

  • Tidak perlu istilah tajwid. Anak tidak harus tahu nama hukum seperti idgham atau ikhfa’. Ia cukup membaca dengan benar sesuai contoh.
  • Tadarus bergiliran bila ada beberapa anak. Bila kakak-adik atau beberapa anak berada di tingkat yang sama, mereka boleh membaca bergiliran sekitar dua baris, sementara yang lain menyimak.
  • Membaca bersama sesekali. Beberapa halaman dianjurkan dibaca bersama supaya suasananya semarak.
  • Aturan sebelumnya tetap berlaku. Pengajar menyimak, tidak menuntun, dan tidak mencontohkan kalimat panjang dengan lancar atau berirama.

Cara mendampingi anak di rumah

  1. Pakai contoh di judul halaman. Setiap materi baru diawali contoh singkat. Contohkan bagian itu saja, lalu simak.
  2. Latih berhenti di akhir baris. Setiap baris di jilid ini bisa menjadi latihan waqaf. Minta anak berhenti di akhir baris dengan cara yang benar.
  3. Bedakan “masuk dengan dengung” dan “masuk tanpa dengung”. Cukup dengan bahasa itu. Anak tidak perlu mendengar kata idgham bilaghunnah.
  4. Hitung enam ketukan. Untuk bacaan panjang sebelum tasydid, Anda bisa mengetuk jari enam kali sementara anak memanjangkan bacaan.
  5. Kaitkan dengan surat yang sudah dihafal. Bila anak sudah hafal Al-Fatihah atau surat pendek, tunjukkan bahwa bacaan yang ia pelajari ada di surat itu.

Contoh latihan 5–10 menit

  • Berhenti yang benar (3 menit). Anak membaca satu baris Iqro, lalu berhenti di kata terakhir. Anda cek: huruf terakhir dimatikan, tanwin fathah jadi panjang, ta marbuthah jadi “h”.
  • Allah tebal atau tipis (2 menit). Tunjukkan dua contoh di atas, huwallaah dan bismillaah. Anak menebak mana yang tebal dan mana yang tipis, lalu menjelaskan alasannya dengan melihat harakat sebelumnya.
  • Dengung atau tidak (2 menit). Cari di halaman Iqro satu bacaan “masuk dengan dengung” dan satu “masuk tanpa dengung”. Anak membaca keduanya bergantian.
  • Halaman hari ini (3 menit). Beberapa baris dari halaman yang sedang dipelajari.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membaca alif yang seharusnya tidak dibaca. Misalnya membaca “wa al-hamdu” dengan jeda, bukan “wal-hamdu”.
  • Membaca lam pada alif-lam yang seharusnya tidak dibaca. “Wal-naas” alih-alih “wan-naas”.
  • Tasydid tidak ditekan. Kata terdengar seperti tanpa tasydid.
  • Lafaz Allah selalu tebal atau selalu tipis. Padahal bergantung pada harakat sebelumnya.
  • Berhenti tanpa mematikan huruf terakhir, atau tetap membaca tanwin saat berhenti.
  • Bacaan enam harakat terlalu pendek. Anak membacanya seperti bacaan panjang biasa.

Tanda anak siap naik ke jilid 6

Menurut halaman EBTA jilid 5, anak boleh naik bila bacaannya benar semua, walaupun membacanya pelan. Bila belum benar semua, sebaiknya tidak segan mengulang. Tanda-tanda di rumah:

  • alif-lam yang dibaca dan yang tidak dibaca tidak lagi tertukar;
  • tasydid selalu terdengar, dan nun atau mim bertasydid berdengung;
  • anak berhenti di akhir baris dengan cara yang benar;
  • lafaz Allah dibaca tebal atau tipis sesuai harakat sebelumnya.

Penjelasan lebih dalam ada di artikel alif lam qamariyah dan syamsiyah dan lafaz Allah tebal dan tipis. Jilid sebelumnya dibahas di Iqro jilid 4, dan semua jilid di panduan Iqro 1 sampai 6.

Berapa lama Iqro jilid 5?

Buku Iqro tidak menetapkan durasi per jilid. Kenaikan jilid ditentukan oleh bacaan yang benar, dan setiap anak punya lajunya sendiri.

Catat kemajuannya di rumah. Unduh Kartu Prestasi Iqro gratis: tangga jilid 1–6, catatan bacaan per sesi, dan sertifikat naik jilid untuk ananda.

Kapan anak perlu guru?

Di jilid 5, bacaan anak mulai menyentuh aturan tajwid praktis: dengung, berhenti, dan tebal-tipis. Telinga yang belum terlatih mudah melewatkan kekeliruan kecil, misalnya dengung yang terlalu pendek atau tasydid yang tidak ditekan. Penyimak yang bacaannya benar membuat kebiasaan baik terbentuk sebelum anak masuk ke Al-Qur’an.

Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah untuk Iqro, tahsin, dan hafalan surat pendek, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Laporan bulanan mencatat jilid, halaman, materi tajwid, dan hafalan yang disetor. Rincian paket ada di daftar harga lengkap.

Sumber

  • As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 5, edisi revisi 2000, Balai Litbang LPTQ Nasional dan Team Tadarus “AMM” Yogyakarta: petunjuk mengajar jilid 5, halaman 1, 4, 5, 8, 9, 12, 14, 16, 21, 24–27, 29, dan EBTA.
  • Teks ayat: Quran.com, teks Utsmani per kata (contoh QS. Al-Fatihah: 1): QS. Al-Fatihah: 1, 2, 7; Al-‘Ashr: 2; Al-Humazah: 1; Al-Fil: 4; An-Nasr: 2; Al-Ikhlas: 1; An-Nas: 6; Al-Qari’ah: 1.
  • Ulfah, Assingkily, dan Kamala (2019), “Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an”, Ta’dibuna: Jurnal PAI 2(2) (tautan).