Iqro 6, atau Iqro jilid 6, adalah jilid terakhir. Isinya bacaan nun mati dan tanwin yang berdengung, berubah menjadi mim, atau dibaca samar; tanda-tanda waqaf; cara berhenti pada akhir kata tertentu; dan huruf-huruf pembuka surat. Setelah lulus EBTA jilid 6, menurut buku Iqro, anak langsung tadarus Al-Qur’an mulai juz 1 sambil tetap disimak.
Buku ini juga memberi kelonggaran penting: anak yang bacaannya sudah benar tetapi belum lancar tetap boleh lulus, karena kelancaran akan datang setelah tadarus beberapa juz. Panduan ini merangkum isi jilid 6, cara mendampingi anak, tanda siap lulus, dan langkah pertama setelah Iqro selesai.
Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.
Guru ngaji online, dari luar negeri
Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.
Guru ngaji ke rumah, di kota Anda
Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.
Isi Iqro jilid 6
Sebagian besar contoh di bawah diambil dari surat-surat pendek. Tulisan Latin hanya jembatan untuk Anda; tujuan akhirnya anak membaca huruf Arabnya langsung.
- Masuk dengan dengung. Nun mati atau tanwin yang bertemu huruf tertentu, seperti wau dan ya, dilebur ke huruf sesudahnya, ditekan, dan ditahan dua harakat dengan dengung. Contohnya فَمَن يَعْمَلْ (famay ya’mal) dalam QS. Az-Zalzalah: 7.
- Berubah menjadi mim. Nun mati atau tanwin yang bertemu ba dibaca seperti mim, dengan dengung. Contohnya لَيُنۢبَذَنَّ (layumbadzanna) dalam QS. Al-Humazah: 4.
- Dibaca samar dan berdengung. Nun mati atau tanwin yang bertemu salah satu dari 15 huruf dibaca samar, di antara jelas dan lebur, dengan dengung. Contohnya مِّن جُوعٍۢ (min juu’in) dalam QS. Quraisy: 4.
- Tanda waqaf. Buku menyederhanakan tanda-tanda berhenti dan mengumpulkannya di satu halaman: tanda ج boleh berhenti atau terus; tanda م harus berhenti; tanda لا bukan tempat berhenti, lebih utama terus; tanda قلى berhenti lebih utama; tanda صلى terus lebih utama; dan tanda titik tiga yang berpasangan berarti boleh berhenti di salah satunya.
- Cara berhenti pada akhir kata tertentu. Misalnya وَٱلْفَتْحُ (wal-fath) dalam QS. An-Nasr: 1: saat berhenti, bunyi “fat” ditekan lalu diikuti bunyi ح mati dengan suara rendah. Huruf qalqalah bertasydid di akhir kata, seperti وَتَبَّ (wa tabb) dalam QS. Al-Lahab: 1, ditekan, ditahan dua harakat, lalu dipantulkan.
- Huruf-huruf pembuka surat. Sebelum EBTA, anak belajar membaca huruf-huruf seperti الٓمٓ (alif laam miim) di awal QS. Al-Baqarah. Buku meminta bacaannya benar-benar betul.
- EBTA. Halaman ujian berisi potongan ayat yang dianjurkan untuk dihafal, dan lebih baik lagi bila dipahami terjemahnya.
Anak tidak perlu menyebut istilah idgham, iqlab, atau ikhfa’. Buku Iqro menyebut jilid 1 sampai 6 sudah berisi tajwid praktis: anak bisa membaca sesuai tajwid tanpa harus menghafal teorinya dulu. Bila Anda ingin memahami istilahnya untuk diri sendiri, artikel hukum nun mati dan tanwin dan tanda waqaf menjelaskannya.
Petunjuk mengajar jilid 6
- Pelan asal benar tetap berlaku. Tidak apa-apa bila anak membaca sangat lambat atau tersendat, asalkan yang dibaca benar semua.
- Jangan mengajarkan lagu atau irama. Termasuk irama murottal. Irama ditujukan bagi yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, bukan untuk pelajaran Iqro.
- Hafalkan materi EBTA. Buku menganjurkan potongan ayat di halaman EBTA dihafal, syukur dengan terjemahnya.
- Aturan dari jilid sebelumnya tetap berlaku, termasuk menyimak tanpa menuntun dan tidak mencontohkan kalimat panjang dengan lancar.
Cara mendampingi anak di rumah
- Pakai bahasa buku, bukan istilah. “Masuk dengan dengung”, “berubah jadi mim”, “samar dan dengung”. Anak lebih mudah mengingat bunyinya daripada namanya.
- Latih dengung dua ketukan. Ketuk jari dua kali saat anak menahan dengung, supaya tidak terlalu pendek atau terlalu panjang.
- Buat kartu tanda waqaf. Tulis enam tanda di kartu kecil. Anda tunjukkan satu, anak menjawab “berhenti”, “terus”, atau “boleh dua-duanya”.
- Ulang huruf pembuka surat. Bacaannya berbeda dari kata biasa karena yang dibaca adalah nama hurufnya. Ulangi beberapa kali sampai mantap.
- Jangan kejar lancar. Di jilid 6 godaannya besar karena anak sudah dekat ke Al-Qur’an. Tetap utamakan benar.
Contoh latihan 5–10 menit
- Tiga cara nun mati (3 menit). Tunjukkan tiga contoh di atas: famay ya’mal, layumbadzanna, min juu’in. Anak membaca dan menyebut dengan bahasanya sendiri apa yang terjadi pada nun.
- Kartu waqaf (2 menit). Tebak arti tanda waqaf secara acak.
- Halaman hari ini (4 menit). Beberapa baris dari halaman Iqro yang sedang dipelajari, dengan berhenti di akhir baris.
- Muroja’ah EBTA (1 menit). Satu ayat dari halaman EBTA yang sedang dihafal.
Tanda anak siap lulus
Menurut buku, EBTA jilid 6 tidak harus terbatas pada halaman ujian; penguji boleh memakai halaman lain untuk meyakinkan kemampuan anak. Anak lulus bila bacaannya benar semua, syukur bila lancar. Bila belum lancar tetapi benar semua, ia tetap bisa lulus. Khusus bacaan samar (ikhfa’), bila belum betul-betul dikuasai, anak boleh lulus dan menyempurnakannya saat tadarus.
Tanda-tanda di rumah:
- nun mati dan tanwin dibaca sesuai huruf sesudahnya: berdengung, berubah jadi mim, samar, atau jelas;
- anak tahu kapan harus berhenti, boleh berhenti, atau sebaiknya terus;
- huruf-huruf pembuka surat dibaca dengan benar;
- anak membaca halaman EBTA tanpa kekeliruan, walaupun pelan.
Langkah pertama membaca Al-Qur’an
Buku Iqro menyarankan anak yang benar-benar lulus jilid 6 langsung tadarus Al-Qur’an mulai juz 1, 2, 3, dan seterusnya, sambil disimak. Setelah beberapa juz dan bacaannya lancar, barulah ilmu tajwid diajarkan sebagai teori. Dalam praktiknya, sebagian TPQ memilih melanjutkan ke Juz ‘Amma lebih dulu. Ikuti saja jalur yang dipakai guru atau TPQ anak, asalkan anak tetap disimak.
Beberapa hal yang membantu di masa peralihan ini:
- Tetap disimak setiap kali membaca. Lulus Iqro bukan berarti anak sudah bisa membaca sendiri tanpa koreksi.
- Pakai mushaf yang sama dengan guru. Tata letak dan tanda yang sama memudahkan anak.
- Target kecil tetapi rutin. Beberapa baris atau setengah halaman setiap hari lebih mudah dijaga daripada target besar yang sering terlewat.
- Tunda irama. Irama murottal baru dikenalkan setelah anak lancar.
Jilid sebelumnya ada di Iqro jilid 5, dan rangkuman semua jilid di panduan Iqro 1 sampai 6.
Catat kemajuannya di rumah. Unduh Kartu Prestasi Iqro gratis: tangga jilid 1–6, catatan bacaan per sesi, dan sertifikat naik jilid untuk ananda.
Kapan anak perlu guru?
Masa peralihan dari Iqro ke Al-Qur’an adalah saat penyimakan paling dibutuhkan. Bacaan menjadi lebih panjang, tanda waqaf lebih beragam, dan kekeliruan kecil mudah lolos bila anak membaca sendiri. Buku Iqro juga menganjurkan penguji khusus untuk kenaikan jilid, termasuk kelulusan jilid 6.
Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang bisa melanjutkan dari Iqro ke tadarus Al-Qur’an dan tahsin, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Laporan bulanan mencatat sampai jilid atau halaman berapa anak membaca, materi tajwid, dan hafalan yang disetor. Pilihan paket ada di daftar harga lengkap.
Sumber
- As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 6, edisi revisi 2000, Balai Litbang LPTQ Nasional dan Team Tadarus “AMM” Yogyakarta: petunjuk mengajar jilid 6, halaman 1, 6, 9, 13, 21, 23–26, 28, dan EBTA.
- Teks ayat: Quran.com, teks Utsmani per kata (contoh QS. Az-Zalzalah: 7): QS. Az-Zalzalah: 7; Al-Humazah: 4; Quraisy: 4; An-Nasr: 1; Al-Lahab: 1; Al-Baqarah: 1.
- Ulfah, Assingkily, dan Kamala (2019), “Implementasi Metode Iqro’ dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an”, Ta’dibuna: Jurnal PAI 2(2) (tautan).

