Doa Sebelum Belajar dan Sebelum Mengaji untuk Anak: Arab, Latin, Arti

Doa sebelum belajar yang populer di Indonesia berbunyi Radhitu billahi rabba, wa bil islami dina, wa bi Muhammadin nabiyya wa rasula. Rabbi zidni ‘ilma, warzuqni fahma. Versi paling singkat yang langsung berasal dari Al-Qur’an adalah Rabbi zidni ‘ilma, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku” (QS. Thaha: 114). Sebelum mengaji, yaitu membaca Al-Qur’an, anak cukup membaca ta’awudz lalu basmalah.

Asal doa-doa ini berbeda. Ada yang dari ayat Al-Qur’an, ada yang dari hadits, dan ada yang dari kitab ulama. Di bawah ini ada teks Arab, latin, arti, dan asal masing-masing, lalu cara mengajarkannya ke anak. Tulisan latin hanya jembatan; tujuan akhirnya anak bisa membaca langsung dari huruf Arab.

Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.

Guru ngaji online, dari luar negeri

Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.

Guru ngaji ke rumah, di kota Anda

Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.

Doa sebelum belajar yang populer: radhitu billahi rabba

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولًا، رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي فَهْمًا

Radhitu billahi rabba, wa bil islami dina, wa bi Muhammadin nabiyya wa rasula. Rabbi zidni ‘ilma, warzuqni fahma. Artinya: “Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabi dan rasulku. Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berilah aku pemahaman.”

Dari mana asal doa ini?

Doa ini rangkaian dari tiga bagian. Bagian pertama, kalimat rida kepada Allah, Islam, dan Nabi Muhammad, berasal dari hadits. Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: siapa yang mengucapkan kalimat ini, wajib baginya surga (HR. Abu Dawud no. 1529, dinilai sahih oleh al-Albani). Kalimat serupa juga ada di Shahih Muslim, antara lain sebagai bacaan setelah mendengar azan (HR. Muslim no. 386). Riwayat Abu Dawud memakai kata rasula, riwayat Muslim no. 1884 memakai nabiyya, dan versi populer menyebut keduanya.

Bagian kedua, rabbi zidni ‘ilma, adalah potongan QS. Thaha ayat 114. Bagian ketiga, warzuqni fahma (“berilah aku pemahaman”), adalah tambahan doa yang tidak berasal dari ayat tersebut.

Kami tidak menemukan hadits yang menyebut rangkaian lengkap ini sebagai doa khusus sebelum belajar. Jadi susunan ini lebih tepat disebut tradisi pengajaran yang merangkai zikir dan doa yang baik maknanya. Banyak lembaga tetap mengajarkannya, misalnya Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pesantren Daarut Tauhiid yang memuatnya di situs mereka sebagai doa sebelum belajar. Yang perlu dijaga hanya satu: jangan sampai anak mengira Nabi mengajarkan doa sebelum belajar dengan susunan persis seperti ini.

Versi paling singkat: rabbi zidni ‘ilma

وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

Wa qur rabbi zidni ‘ilma. “Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.'” (QS. Thaha: 114, terjemahan Kemenag)

Ayat ini perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk meminta tambahan ilmu. Doanya hanya tiga kata, rabbi zidni ‘ilma, sehingga mudah ditirukan anak yang baru belajar berdoa.

Dua doa dari hadits tentang ilmu yang bermanfaat

Dua doa berikut diajarkan Rasulullah dan sama-sama meminta ilmu yang bermanfaat. Keduanya tidak khusus untuk sebelum belajar. Muslim.or.id menjelaskan bahwa doa-doa tentang ilmu dari Al-Qur’an dan hadits tidak dibatasi waktunya, sehingga bisa dibaca ketika hendak memulai pelajaran.

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’a

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’a, wa rizqan thayyiba, wa ‘amalan mutaqabbala. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

Ummu Salamah meriwayatkan bahwa Nabi membaca doa ini ketika salam setelah shalat Subuh (HR. Ibnu Majah no. 925, dinilai sahih oleh al-Albani).

Allahummanfa’ni bima ‘allamtani

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا

Allahummanfa’ni bima ‘allamtani, wa ‘allimni ma yanfa’uni, wa zidni ‘ilma. “Ya Allah, berilah manfaat dari apa yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarkanlah kepadaku apa yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Doa ini diriwayatkan dari Abu Hurairah (HR. at-Tirmidzi no. 3599 dan Ibnu Majah no. 251). At-Tirmidzi menyebutnya hasan gharib, dan al-Albani menilainya sahih. Dalam riwayat at-Tirmidzi, doa ini berlanjut dengan alhamdulillahi ‘ala kulli hal, wa a’udzu billahi min hali ahlin nar.

Doa Nabi Musa: rabbisyrah li shadri

رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى ﴿٢٥﴾ وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى ﴿٢٦﴾ وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى ﴿٢٧﴾ يَفْقَهُوا۟ قَوْلِى ﴿٢٨﴾

Rabbisyrah li shadri, wa yassir li amri, wahlul ‘uqdatan min lisani, yafqahu qauli. “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25–28, terjemahan Kemenag)

Ini doa Nabi Musa setelah Allah memerintahkannya pergi kepada Fir’aun (QS. Thaha: 24). Isinya meminta hati yang lapang, urusan yang mudah, dan lisan yang lancar, sehingga banyak dibaca sebelum belajar atau berbicara di depan orang. NU Online memuat doa yang diawali kalimat serupa sebagai doa berangkat belajar dan mengajar.

Doa dari kitab ulama: Allahummarzuqna fahman nabiyyin

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا فَهْمَ النَّبِيِّيْنَ وَحِفْظَ الْمُرْسَلِيْنَ وَإِلْهَامَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahummarzuqna fahman nabiyyin, wa hifzhal mursalin, wa ilhamal mala’ikatil muqarrabin, birahmatika ya arhamar rahimin. “Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilham para malaikat yang dekat dengan-Mu, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

Menurut NU Online, doa ini dikutip dari kitab Majmu’ah Maqru’at Yaumiyyah wa Usbu’iyyah karya KH Muhammad bin Abdullah Faqih. Doa ini diterima dari KH Ma’shum Lasem, lalu diijazahkan oleh KH Abdullah Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Langitan. Jadi asalnya amalan dan ijazah ulama, bukan hadits. Bila Anda mengajarkannya, sampaikan asal ini apa adanya kepada anak yang sudah cukup besar.

Doa sebelum mengaji: ta’awudz dan basmalah

Untuk mengaji, yaitu membaca Al-Qur’an, tuntunannya langsung dari ayat. Allah memerintahkan membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Qur’an:

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ ٱلرَّجِيمِ

Fa idza qara’tal qur’ana fasta’idz billahi minasy syaithanir rajim. “Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Alquran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98, terjemahan Kemenag)

Lafal ta’awudz yang paling umum:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A’udzu billahi minasy syaithanir rajim. “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Lafal persis ini juga diucapkan Nabi dalam hadits riwayat al-Bukhari no. 6115, sebagai bacaan untuk orang yang sedang marah.

Setelah itu anak membaca basmalah, lalu mulai membaca.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Bismillahir rahmanir rahim. “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 1, terjemahan Kemenag)

Urutan yang praktis untuk sesi ngaji di rumah: doa sebelum belajar yang Anda pilih, lalu ta’awudz dan basmalah, lalu anak mulai membaca Iqro atau mushafnya.

Cara mengajarkan doa sebelum belajar ke anak

  1. Mulai dari yang paling pendek. Untuk balita, cukup rabbi zidni ‘ilma. Setelah lancar, tambahkan bagian radhitu billahi rabba sepotong demi sepotong.
  2. Baca bersama di awal setiap sesi. Doa yang diulang di waktu yang sama, misalnya setiap kali membuka buku Iqro, lebih mudah melekat daripada dihafal sekaligus.
  3. Jelaskan artinya dengan kalimat anak. Misalnya: “Kita minta ke Allah supaya ilmunya bertambah dan kita paham.”
  4. Pakai latin sebentar saja. Begitu anak mengenal huruf hijaiyah, ajak ia membaca doa dari tulisan Arabnya, sedikit demi sedikit.
  5. Kenalkan asal doanya pada anak yang lebih besar. Anak usia SD bisa diajak membedakan mana yang ayat, mana yang hadits, dan mana yang amalan ulama.
  6. Jangan jadikan hukuman. Kalau anak lupa atau salah lafal, bimbing dengan tenang dan ulangi bersama.

Kapan anak perlu guru ngaji?

Doa-doa di atas bisa Anda ajarkan sendiri di rumah. Yang lebih sulit adalah bagian setelahnya: membaca Iqro dan Al-Qur’an dengan makhraj dan panjang-pendek yang benar. Untuk itu anak butuh penyimak yang bacaannya sudah benar dan sabar mengoreksi, apalagi bila Anda belum yakin dengan bacaan sendiri atau jadwal kerja tidak memungkinkan. Gambaran isi tiap jilid ada di panduan belajar Iqro 1 sampai 6.

Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang mengajarkan doa harian dan adab bersama Iqro, tahsin, dan hafalan Juz ‘Amma, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Setiap sesi 60 menit, dan perkembangan anak dilaporkan ke WhatsApp Anda setiap bulan. Rincian paketnya ada di daftar harga lengkap.

Sumber