Huruf Hijaiyah Lengkap: 30 Huruf, Cara Baca, dan Cara Mengenalkannya ke Anak

Huruf hijaiyah lengkap yang dipakai belajar mengaji di Indonesia umumnya dihitung 30: 28 huruf dasar dari alif sampai ya, ditambah hamzah (ء) dan lam alif (لا). Anda mungkin juga menemukan hitungan 28 atau 29. Ketiganya sama-sama dipakai; bedanya hanya pada apakah hamzah dan lam alif dihitung sebagai huruf tersendiri.

Bagi anak, angka itu tidak terlalu penting. Yang penting, anak bisa mengucapkan setiap huruf dengan tepat dan membedakan huruf yang bentuk atau bunyinya mirip. Di bawah ini ada daftar lengkapnya, cara membacanya, dan latihan singkat yang bisa Anda coba di rumah.

Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.

Guru ngaji online, dari luar negeri

Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.

Guru ngaji ke rumah, di kota Anda

Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.

Kenapa ada yang menyebut 28, 29, atau 30?

Abjad Arab dasar terdiri dari 28 huruf. Dalam hitungan ini, hamzah tidak dihitung sebagai huruf tersendiri; ia bisa ditulis sendiri atau menumpang di atas atau di bawah alif, wau, atau ya. Sebagian penulis buku Indonesia menjelaskan bahwa jumlahnya menjadi 29 bila alif dan hamzah dipisah, dan 30 bila lam alif ikut dihitung.

Lam alif (لا) sebenarnya gabungan huruf lam dan alif. Dalam tulisan Arab, gabungan ini wajib ditulis dengan bentuk khusus, sehingga sering diajarkan seperti satu huruf.

Buku Iqro memperlihatkan perbedaan ini. Halaman ujian dan indeks huruf di akhir jilid 1 memuat 29 huruf, termasuk hamzah, tanpa lam alif. Lam alif dibahas di jilid 2, ketika huruf mulai dirangkai. Jadi, ikuti saja buku yang dipakai anak Anda. Tidak ada huruf yang terlewat di hitungan mana pun.

Daftar huruf hijaiyah lengkap

Daftar ini dikelompokkan menurut bentuknya, karena banyak huruf hijaiyah hanya berbeda pada titiknya. Bacaan Latin di bawah memakai harakat fathah (bunyi “a”), cara anak membacanya di Iqro jilid 1.

  • ا alif, dibaca a.
  • ب ت ث ba, ta, tsa. Bentuknya sama; bedanya satu titik di bawah, dua titik di atas, dan tiga titik di atas.
  • ج ح خ jim, ha, kha (dibaca ja, ha, kha). Jim bertitik di dalam lengkungnya, ha tanpa titik, kha bertitik di atas.
  • د ذ dal dan dzal (dibaca da, dza). Dzal bertitik satu di atas.
  • ر ز ra dan zai (dibaca ra, za). Zai bertitik satu di atas.
  • س ش sin dan syin (dibaca sa, sya). Syin bertitik tiga.
  • ص ض shad dan dhad (dibaca sha, dha). Dhad bertitik satu.
  • ط ظ tha dan zha. Zha bertitik satu.
  • ع غ ‘ain dan ghain (dibaca ‘a, gha). Ghain bertitik satu.
  • ف ق fa dan qaf (dibaca fa, qa). Fa bertitik satu, qaf bertitik dua.
  • ك ل م ن kaf, lam, mim, nun (dibaca ka, la, ma, na).
  • و ه ي wau, ha, ya (dibaca wa, ha, ya). Perhatikan, ada dua huruf “ha”: ح dan ه.
  • ء لا hamzah dan lam alif (dibaca a dan la).

Tulisan Latin di atas hanya jembatan untuk Anda. Tujuan akhirnya anak mengenali dan membunyikan huruf Arabnya langsung, karena beberapa bunyi hijaiyah tidak ada padanannya dalam huruf Latin.

Cara membaca: langsung berbunyi, bukan dieja

Di Iqro, anak tidak menghafal nama huruf lebih dulu. Ia langsung membunyikan “a, ba, ta, tsa” dengan suara pendek, bukan “alif fathah a”. Menurut petunjuk mengajarnya, nama huruf dan nama harakat baru boleh dikenalkan mulai jilid 4. Indeks nama huruf di akhir jilid 1 dipakai sebagai alat bantu mengingat, dan anak boleh saja mengenalnya sendiri.

Urutannya pun bertahap. Halaman pertama Iqro jilid 1 hanya berisi alif dan ba. Huruf baru ditambahkan sedikit demi sedikit, lalu dicampur dengan huruf yang sudah dikenal dalam urutan acak. Dengan begitu anak membaca hurufnya, bukan menghafal urutannya.

Huruf yang bunyinya perlu perhatian

Beberapa huruf sulit bagi lidah orang Indonesia karena tempat keluarnya berbeda dengan huruf Latin yang mirip:

  • ث ذ ظ: ujung lidah menyentuh ujung gigi seri atas. Jangan dibaca seperti s atau z biasa.
  • ح dan ع keluar dari tengah tenggorokan, sedangkan ه dan ء dari tenggorokan paling dalam.
  • خ dan غ keluar dari tenggorokan bagian atas, dekat mulut, dengan bunyi tebal.
  • ق keluar dari pangkal lidah paling belakang dan dibaca tebal, sedangkan ك sedikit lebih ke depan dan dibaca tipis.
  • ص ض ط ظ dibaca tebal. Huruf ض keluar dari tepi lidah yang menempel ke geraham atas.

Buku Iqro sendiri menyebut huruf seperti ض, ظ, dan غ perlu ditanyakan kepada orang yang ahli. Penjelasan tertulis membantu, tetapi bunyi yang tepat paling mudah ditiru dengan mendengar dan melihat langsung mulut guru.

Cara mengenalkan huruf hijaiyah ke anak

  1. Mulai dari dua huruf. Seperti Iqro, cukup alif dan ba dulu. Tambah satu huruf baru setelah huruf lama dibaca benar tanpa ragu.
  2. Bunyikan, jangan dieja. Tunjuk huruf, ucapkan “ba” dengan pendek, lalu biarkan anak membaca sendiri.
  3. Kenalkan per keluarga bentuk. Setelah ب dikuasai, ت dan ث tinggal soal titik. Tanyakan, “Titiknya berapa? Di atas atau di bawah?”
  4. Biarkan anak melihat mulut Anda. Untuk huruf tenggorokan dan huruf yang lidahnya keluar, anak perlu melihat gerak bibir dan lidah, bukan hanya mendengar.
  5. Koreksi bertahap. Bila anak keliru, beri isyarat dulu (“eh, lihat lagi”). Bila masih keliru, ingatkan ciri hurufnya, misalnya titiknya. Baru contohkan bila anak tetap lupa. Huruf yang sudah dibaca benar tidak perlu diulang.

Contoh latihan 5–10 menit di rumah

Untuk anak usia TK, cobalah latihan pendek setiap hari daripada sesi panjang sepekan sekali. Contoh susunannya:

  • Menit 1–2: anak membaca huruf yang dipelajari kemarin, urut lalu acak.
  • Menit 3–5: satu huruf baru. Anda contohkan sekali, anak membaca di beberapa baris.
  • Menit 6–8: permainan “cari huruf”. Sebut bunyinya, anak menunjuk hurufnya di halaman Iqro atau kartu huruf.
  • Menit 9–10: tutup dengan membaca satu baris yang sudah lancar supaya anak selesai dengan perasaan berhasil.

Bila anak sedang lelah, cukup bagian pertama dan terakhir. Kebiasaan setiap hari lebih penting daripada panjangnya latihan. Bila Anda ragu soal usia, artikel umur berapa anak mulai belajar ngaji membahasnya lebih jauh.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memanjangkan bunyi. “Baa” atau “taa” padahal seharusnya pendek. Di Iqro jilid 1 semua huruf dibaca pendek; bila anak memanjangkan karena sambil berpikir, minta ia membaca putus-putus.
  • Mengganti bunyi dengan huruf Latin terdekat. ث dibaca “sa”, ذ dibaca “za”, ق dibaca “ka”, ع dibaca “a”.
  • Hanya hafal urutan. Anak lancar “a, ba, ta, tsa” dari ingatan, tetapi bingung ketika hurufnya diacak.
  • Terlalu cepat menambah huruf. Huruf baru menumpuk sebelum huruf lama benar, sehingga yang mirip makin tertukar.
  • Memakai Latin sebagai pegangan. Kartu dengan tulisan Latin besar membuat anak membaca Latinnya, bukan hurufnya.

Tanda anak siap lanjut

Halaman ujian di akhir Iqro jilid 1 memuat semua huruf, urut lalu terbalik. Itu gambaran yang baik untuk menilai di rumah. Anak siap lanjut ke huruf bersambung bila:

  • bisa membaca semua huruf berfathah secara acak, bukan hanya urut;
  • semua bunyinya pendek;
  • tidak lagi menebak huruf yang hanya berbeda titik;
  • huruf tenggorokan dan huruf tebal sudah dibaca dengan usaha yang benar, walau belum sempurna.

Buku Iqro memberi kelonggaran: anak yang sudah berusaha maksimal tetapi masih kesulitan dengan beberapa huruf tertentu boleh naik ke jilid 2, lalu huruf itu diperbaiki sambil jalan. Rincian per jilid ada di panduan Iqro 1 sampai 6.

Kapan anak perlu guru?

Orang tua bisa mengenalkan bentuk huruf, membuat latihan harian, dan menjaga semangat anak. Bantuan guru paling terasa pada tiga hal: huruf yang bunyinya tidak ada dalam bahasa Indonesia, kebiasaan salah yang sudah terlanjur menetap, dan penilaian apakah anak sudah siap naik jilid. Semua itu membutuhkan penyimak yang bacaannya benar.

Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang mengajar dari huruf hijaiyah paling awal, termasuk untuk anak yang belum mengenal huruf sama sekali. Guru bisa mengajar online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia, dan perkembangan anak dilaporkan setiap bulan. Rincian paket ada di daftar harga lengkap.

Sumber

  • As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 1–2, edisi revisi 2000, Balai Litbang LPTQ Nasional dan Team Tadarus “AMM” Yogyakarta: petunjuk mengajar, halaman pertama, halaman EBTA, dan indeks huruf jilid 1; halaman lam alif jilid 2.
  • Wikipedia, “Arabic alphabet” (tautan) dan “Abjad Arab” (tautan): jumlah huruf dasar, status hamzah, dan lam alif.
  • detikHikmah (2023), “Ada Berapa Sih Jumlah Huruf Hijaiyah, 28, 29 atau 30?”, merujuk buku Al-Arabiyah Al-Munirah karya Abdul Munir (tautan).
  • detikEdu (2021), “Jumlah Huruf Hijaiyah Ada Berapa? Begini Penjelasannya” (tautan).
  • Ibnu al-Jazari, Al-Muqaddimah al-Jazariyyah, bab makharijul huruf (teks di Wikisource), dan Wikipedia bahasa Arab, “Makharij al-Huruf” (tautan).