Qalqalah Sugra dan Kubra: Pengertian dan Contoh dari Surat Pendek

Qalqalah adalah bunyi memantul pada lima huruf, yaitu ق ط ب ج د, ketika huruf itu mati atau sukun. Qalqalah sugra terjadi bila hurufnya mati di tengah bacaan, dan pantulannya ringan. Qalqalah kubra terjadi bila hurufnya ada di akhir kata lalu kita berhenti di situ, dan pantulannya lebih kuat. Contoh qalqalah kubra yang paling mudah ada di Surat Al-Falaq: kata terakhir ayat 1 ٱلْفَلَقِ (al-falaq), ayat 2 خَلَقَ (khalaq), ayat 3 وَقَبَ (waqab), dan ayat 5 حَسَدَ (hasad) dibaca memantul saat berhenti.

Panduan ini menjelaskan bunyinya untuk orang tua, lengkap dengan contoh dari surat-surat pendek yang biasa dibaca anak, dan kesalahan yang paling sering terdengar.

Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.

Guru ngaji online, dari luar negeri

Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.

Guru ngaji ke rumah, di kota Anda

Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.

Lima huruf qalqalah

Huruf qalqalah ada lima: ق (qaf), ط (tha), ب (ba), ج (jim), dan د (dal). Kitab tajwid klasik Al-Muqaddimah al-Jazariyyah merangkumnya dalam dua kata, قطب جد (quthbu jad). Buku Iqro jilid 4 memakai singkatan yang lebih akrab untuk anak Indonesia: “BAJU DI THOQO”, yaitu ba, jim, dal, tha, dan qaf.

Pedoman Tajwid Sistem Warna dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag merumuskannya singkat: huruf qalqalah dibunyikan memantul ketika dimatikan. Bunyinya tertahan rapat lalu lepas dengan sedikit pantulan. Tanpa pantulan itu, huruf seperti د atau ب hampir tidak terdengar, sehingga kata bisa terdengar terpotong.

Tulisan latin di artikel ini hanya jembatan untuk Anda. Tujuan akhirnya tetap membaca huruf Arab, dan pantulan yang pas paling mudah ditiru dengan mendengar langsung.

Qalqalah sugra: pantulan ringan di tengah bacaan

Sugra berarti kecil. Huruf qalqalah sudah mati sejak asalnya, ditandai sukun, dan letaknya di tengah kata atau di tengah ayat. Bacaan lalu langsung bersambung ke huruf sesudahnya, jadi pantulannya cukup ringan. Berikut 5 contoh qalqalah sugra dari Juz ‘Amma, satu untuk setiap huruf qalqalah:

  • ٱقْرَأْ (iqra’), QS. Al-‘Alaq: 1. Pantulan pada ق.
  • أَطْعَمَهُم (ath’amahum), QS. Quraisy: 4. Pantulan pada ط.
  • ٱلْأَبْتَرُ (al-abtar), QS. Al-Kausar: 3. Pantulan pada ب di tengah kata.
  • نَجْعَل (naj’al), QS. Al-Balad: 8. Pantulan pada ج.
  • يَدْخُلُونَ (yadkhuluna), QS. An-Nasr: 2. Pantulan pada د.

Qalqalah kubra: pantulan kuat saat berhenti

Kubra berarti besar. Huruf qalqalah berada di akhir kata, dan kita berhenti (waqaf) di kata itu, biasanya di akhir ayat. Harakat terakhirnya tidak dibaca, hurufnya dimatikan, lalu dipantulkan lebih jelas karena tidak ada huruf lain yang menyusul. Al-Jazariyyah menyebut hal ini: pantulan dijelaskan bila hurufnya mati, dan lebih jelas lagi bila berhenti di huruf itu.

Berikut 5 contoh qalqalah kubra dari Juz ‘Amma. Semuanya kata terakhir sebuah ayat, jadi pantulannya terdengar saat Anda berhenti di akhir ayat:

  • ٱلْفَلَقِ (al-falaq), QS. Al-Falaq: 1. Tertulis berharakat kasrah, tetapi saat berhenti dibaca “falaq” dengan ق memantul.
  • وَقَبَ (waqab), QS. Al-Falaq: 3. Pantulan pada ب.
  • أَحَدٌ (ahad), QS. Al-Ikhlas: 1. Tanwinnya tidak dibaca saat berhenti, jadi “ahad”, bukan “ahadun”.
  • ٱلْبُرُوجِ (al-buruj), QS. Al-Buruj: 1. Pantulan pada ج.
  • وَٱلطَّارِقِ (wath-thariq), QS. At-Tariq: 1. Pantulan pada ق.

Kalau ayat itu dibaca bersambung ke ayat berikutnya tanpa berhenti, qalqalah kubra tidak terjadi. Hurufnya dibaca dengan harakat aslinya. Jadi qalqalah kubra hanya muncul ketika kita memang berhenti.

Satu ayat, dua jenis qalqalah

Surat Al-Ikhlas ayat 3 memuat keduanya sekaligus, dan huruf qalqalahnya sama, yaitu د:

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Lam yalid wa lam yulad. Artinya, “(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.” (QS. Al-Ikhlas: 3, terjemahan Kemenag)

Pada يَلِدْ (yalid), د mati di tengah ayat, jadi qalqalah sugra: ringan, lalu langsung lanjut ke “wa lam”. Pada يُولَدْ (yulad), د ada di akhir ayat dan kita berhenti, jadi qalqalah kubra: pantulannya lebih jelas.

Bagaimana dengan huruf bertasydid di akhir ayat?

Contohnya وَتَبَّ (wa tabb) di QS. Al-Lahab: 1. Huruf ب di sini bertasydid, jadi saat berhenti ada dua hal sekaligus: huruf ditekan karena tasydid, lalu dipantulkan karena qalqalah. Buku Iqro jilid 6 halaman 26 memakai contoh yang sama dan memberi petunjuk singkat: bila diwaqafkan, suaranya ditekan, ditahan 2 harakat, lalu diikuti qalqalah. Untuk anak, namanya tidak penting. Yang penting ب terdengar ditekan dan memantul, bukan hilang.

Kesalahan yang sering terdengar

  • Pantulan berubah jadi vokal. “Ahad” terdengar “ahade” atau “ahada”. Pantulan qalqalah bukan huruf hidup baru, jadi jangan sampai terdengar seperti harakat tambahan.
  • Tidak memantul sama sekali. “Al-falaq” terdengar “al-fala”, atau “yalid” terdengar “yali”. Huruf qalqalah yang tertelan membuat kata tidak utuh.
  • Pantulan di huruf yang bukan qalqalah. Misalnya ikut memantulkan م atau ل di akhir kata. Pantulan hanya untuk lima huruf tadi.
  • Tanwin tetap dibaca saat berhenti. Membaca “ahadun” lalu berhenti. Saat waqaf, tanwin dhammah dan kasrah dimatikan.

Cara melatih di rumah

Surat Al-Falaq dan Al-Ikhlas adalah bahan latihan yang pas, karena setiap akhir ayatnya berupa huruf qalqalah. Minta anak membaca satu ayat, lalu berhenti dengan jelas di akhir ayat. Dengarkan apakah huruf terakhirnya memantul tanpa tambahan vokal. Kalau belum, contohkan satu kata itu saja, pelan, lalu biarkan anak mengulang.

Anak tidak perlu tahu kata “sugra” dan “kubra”. Di buku Iqro, qalqalah dikenalkan di jilid 4 lewat contoh bacaan, dan istilah tajwid tidak wajib dihafal. Ringkasan isi tiap jilid ada di panduan Iqro jilid 1 sampai 6. Kalau Anda ingin sekalian memeriksa bacaan nun mati di surat yang sama, lihat juga hukum nun mati dan tanwin.

Kapan anak perlu guru?

Qalqalah termasuk bacaan yang ukurannya sulit dijelaskan dengan tulisan: terlalu lemah tidak terdengar, terlalu kuat malah jadi vokal tambahan. Anak paling cepat menangkapnya bila sering mendengar contoh yang benar dan dibetulkan saat itu juga. Kalau Anda ragu dengan pantulan Anda sendiri, atau anak sudah masuk tahap membaca Al-Qur’an, penyimak yang bacaannya benar akan sangat membantu.

Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok dengan usia dan level anak, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Guru menyimak bacaan anak satu per satu, dan materi tajwid yang sedang dilatih tercatat di laporan bulanan. Pilihan paketnya ada di daftar harga lengkap.

Sumber

  • Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag, Pedoman Tajwid Sistem Warna (2011) (PDF).
  • Ibnul Jazari, Al-Muqaddimah al-Jazariyyah, bab sifat huruf (قلقلة قطب جد) dan bait tentang menjelaskan qalqalah saat sukun dan saat waqaf (teks di Wikisource).
  • As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 4 (petunjuk mengajar, singkatan “BAJU DI THOQO”) dan jilid 6 halaman 26, edisi revisi 2000 (pindaian di Internet Archive).
  • Teks ayat dan kata per kata: API quran.com (rasm Usmani). Terjemahan: Kementerian Agama RI, melalui quran.com.