Kegiatan Mengaji 10 Menit Sehari untuk Anak TK

Kegiatan mengaji 10 menit sehari untuk anak TK cukup berisi empat hal kecil: doa pembuka, membaca beberapa huruf atau satu baris Iqro, mengulang satu ayat hafalan, lalu penutup yang menyenangkan. Untuk belajar mengaji anak TK, waktu yang singkat tetapi rutin setiap hari lebih mudah dijaga daripada sesi panjang yang membuat anak bosan.

Angka 10 menit di sini bukan aturan. Tidak ada sumber resmi yang menetapkan berapa menit anak usia 4–6 tahun sebaiknya mengaji, dan rumus populer “sekian menit per tahun usia” pun tidak jelas asal-usulnya. Anggap 10 menit sebagai titik awal yang mudah dijaga, lalu sesuaikan dengan anak Anda.

Mencari guru ngaji privat untuk anak? Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang cocok, lalu mengirim laporan perkembangan anak setiap bulan.

Guru ngaji online, dari luar negeri

Untuk keluarga Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Korea, dan negara lain. Jadwal mengikuti zona waktu Anda.

Guru ngaji ke rumah, di kota Anda

Ustadz atau ustadzah datang ke rumah Anda, di kota-kota di seluruh Indonesia.

Kenapa singkat, tetapi setiap hari?

Standar perkembangan anak yang pernah dipakai Kemendikbud (Permendikbud 137/2014) menyebut pembelajaran anak usia dini dilakukan “melalui bermain dan pembiasaan”. Di standar itu, anak 4–5 tahun digambarkan mulai mengenal lambang huruf dan meniru bentuknya, sedangkan anak 5–6 tahun mulai memahami hubungan bunyi dan bentuk huruf. Standar ini ditulis untuk huruf Latin, tetapi gambarannya membantu: anak TK sedang di tahap mengenal, belum di tahap membaca lancar.

Standar yang berlaku sekarang (Permendikdasmen 10/2025) juga hanya menargetkan praliterasi dan pramembaca di akhir PAUD, serta mempraktikkan ibadah dengan bimbingan orang dewasa. Jadi tidak ada tuntutan anak TK harus sudah bisa membaca Al-Qur’an. Yang lebih penting adalah kebiasaan yang menyenangkan.

Ulama terdahulu juga memperhatikan hal ini. Ibnu Katsir dalam Fadha’il al-Qur’an mencatat sebagian salaf menganjurkan anak dibiarkan bermain sebentar di awal usianya agar tidak bosan dengan bacaan. Ia juga mencatat riwayat bahwa Umar bin Khattab menganjurkan anak diajari lima ayat, dan menilai sanad riwayat itu baik. Pesannya sejalan: porsi kecil yang diulang-ulang lebih mudah diterima daripada porsi besar yang membuat anak lari.

Kalau Anda masih menimbang apakah anak sudah siap, baca dulu umur berapa anak mulai belajar ngaji.

Contoh susunan 10 menit

  1. Menit 1: duduk dan berdoa. Pilih tempat yang sama setiap hari, jauhkan mainan dan layar. Baca bersama doa sebelum belajar. Tempat dan doa yang sama memberi tanda bagi anak bahwa waktu mengaji sudah mulai.
  2. Menit 2–5: membaca. Kalau anak sudah memakai Iqro, cukup satu atau dua baris. Contohkan pokok pelajarannya sekali, lalu biarkan anak membaca sendiri sementara Anda menyimak. Kalau anak belum mulai Iqro, kenalkan dua atau tiga huruf saja, misalnya ب dan ت, lewat bunyinya: “ba”, “ta”.
  3. Menit 6–8: hafalan. Ulangi satu ayat dari surat pendek yang sedang dihafal. Anda membaca, anak menirukan, tiga sampai lima kali. Untuk memilih surat pertamanya, lihat surat pendek pertama untuk anak.
  4. Menit 9: permainan kecil. Minta anak mencari huruf yang tadi dibaca di halaman lain, atau tebak huruf dari kartu. Permainan ini mengulang pelajaran tanpa terasa mengulang.
  5. Menit 10: penutup. Tutup dengan doa dan pujian yang spesifik, misalnya “Tadi ‘ba’ dan ‘ta’-nya pendek dan jelas, bagus.” Pujian seperti ini lebih berguna daripada sekadar “pintar”.

Pembagian menit di atas hanya gambaran. Kalau anak sedang semangat membaca, bagian hafalan boleh dipendekkan, begitu juga sebaliknya.

Variasi dalam sepekan

  • Hari biasa: susunan lengkap seperti di atas.
  • Satu hari mengulang: tidak ada halaman atau huruf baru. Anak membaca ulang yang sudah dikuasai supaya merasa bisa.
  • Hari yang padat atau anak kurang sehat: cukup doa dan satu ayat hafalan. Rutinitas yang dipendekkan lebih baik daripada dibatalkan.
  • Hari dengan guru: bila anak sudah belajar dengan guru hari itu, 10 menit di rumah cukup diisi mengulang halaman yang tadi dibaca bersama guru.

Yang sebaiknya dihindari

Petunjuk mengajar di buku Iqro ditulis untuk guru, tetapi berlaku juga untuk orang tua di rumah:

  • Mengeja huruf. Iqro dibaca langsung, “a, ba, ta”, tidak diurai satu per satu.
  • Membacakan seluruh baris lalu anak menirukan. Anak akan menghafal suara Anda, bukan membaca huruf. Contohkan pokoknya saja, lalu simak.
  • Menyuruh mengulang huruf yang sudah benar. Cukup betulkan huruf yang keliru, dan lakukan bertahap: beri isyarat dulu, ingatkan ciri hurufnya, baru contohkan bila anak tetap lupa.
  • Memakai irama atau lagu murottal saat belajar Iqro. Buku Iqro menyebut irama baru cocok untuk yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
  • Mengejar halaman. Prinsip Iqro adalah “pelan asal benar”. Naik halaman karena sudah lama belajar, padahal bacaannya belum benar, justru memperlambat.

Soal layar, WHO (2019) menganjurkan waktu menatap layar anak usia 2–4 tahun tidak lebih dari satu jam sehari, makin sedikit makin baik. WHO juga menyebut waktu duduk bersama pengasuh untuk kegiatan tanpa layar, seperti membaca, bercerita, dan bernyanyi, sangat penting bagi perkembangan anak. Sepuluh menit mengaji bersama Anda, dengan buku di tangan, termasuk kegiatan semacam itu.

Kapan menambah waktu, dan kapan perlu guru

Tambah waktu bila anak sendiri yang meminta lanjut, bukan karena target. Tanda rutinitasnya berjalan baik: anak menagih waktu mengaji, mau membaca tanpa dibujuk lama, dan halaman atau hurufnya bertambah walau pelan. Isi tiap jilid dan syarat naik jilidnya ada di panduan Iqro 1 sampai 6.

Guru diperlukan ketika anak mulai bertemu huruf yang sulit diucapkan, seperti ض, ظ, dan غ. Buku Iqro sendiri menganjurkan huruf-huruf ini ditanyakan kepada orang yang ahli. Guru juga membantu bila anak sering tertukar huruf, bila Anda ragu dengan bacaan sendiri, atau bila jadwal kerja membuat rutinitas di rumah sering terputus.

Satu Tutor mencarikan ustadz atau ustadzah yang terbiasa mengajar anak kecil, mulai dari huruf hijaiyah dan Iqro, online untuk keluarga di luar negeri atau datang ke rumah di kota-kota di seluruh Indonesia. Sesi dengan guru berlangsung 60 menit, dan guru membuatnya ringan untuk anak usia TK; untuk sesi online, kami menganjurkan orang tua ikut mendampingi. Sepuluh menit di rumah tetap berguna sebagai latihan harian di antara sesi. Rincian paketnya ada di daftar harga lengkap.

Sumber

  • Permendikbud No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional PAUD, Pasal 9 dan Lampiran I (salinan). Ketentuan tingkat pencapaian perkembangannya sudah dicabut sejak 2022.
  • Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Pasal 5 (JDIH BPK).
  • WHO, “To grow up healthy, children need to sit less and play more”, 24 April 2019 (tautan).
  • Ibnu Katsir, Fadha’il al-Qur’an, komentar atas bab mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak, dikutip di Midad (tautan).
  • As’ad Humam, Buku Iqro’ Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an jilid 1–6, edisi revisi 2000: petunjuk mengajar tiap jilid (pindaian).